Profil Najib Razak, Mantan PM Malaysia yang Terlibat Korupsi Proyek 1MDB Mirip Danantara

Selasa, 25 Februari 2025 - 14:15 WIB
Saat Abdullah mengundurkan diri pada tahun 2009, ia menyerahkan kekuasaan kepada Najib.

Baca Juga: Hanya Karena Memegang Tangan Stafnya, Menteri Selandia Baru Pilih Mundur

2. Awalnya Memiliki Pandangan Liberal

Najib awalnya menjanjikan pendekatan politik yang lebih liberal, tetapi tidak benar-benar menindaklanjutinya.

Saat ia mereformasi undang-undang yang ketat tentang pertemuan publik dan mencabut Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang kontroversial pada tahun 2011, ia kemudian memberlakukan kembali penahanan tanpa pengadilan.

Tahun berikutnya, ia juga mengingkari janjinya untuk mencabut undang-undang penghasutan yang kontroversial dan malah memperkuatnya.

Para kritikus mengatakan undang-undang tersebut merupakan cara bagi Najib untuk membungkam lawan-lawan politiknya dan untuk menarik hati mayoritas etnis Melayu-Muslim yang menjadi basis dukungan terbesar partai politiknya.

Pemimpin oposisi dan mantan wakil perdana menteri Anwar Ibrahim dihukum karena sodomi untuk kedua kalinya pada tahun 2015, tuduhan yang menurut Anwar bermotif politik.

Politisi oposisi tersebut telah diampuni oleh perdana menteri yang baru dan dipandang sebagai calon pengganti Mahathir.

3. Drama Politik yang Layak Ditiru Shakespeare

Melansir BBC, pada tahun 2016, undang-undang keamanan yang ditujukan untuk memerangi terorisme digunakan untuk menahan aktivis reformasi elektoral.

Menjelang pemilihan umum 2018, pemerintah Najib membuat undang-undang yang melarang penyebaran "berita palsu".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!