Sebut Israel Ekstremis, Arab Saudi Melawan Seruan Pengusiran Rakyat Palestina dari Gaza

Kamis, 13 Februari 2025 - 08:24 WIB
"Perdamaian permanen tidak akan tercapai kecuali prinsip hidup berdampingan secara damai diterima melalui solusi dua negara," lanjut pernyataan tersebut.

Pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Arab Saudi memiliki "tanah yang luas" tempat Negara Palestina dapat didirikan.

Komentarnya menyusul rencana kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi penduduk Palestina, sebuah ide yang ditolak secara luas oleh para pemimpin Palestina, Arab, dan dunia internasional.

Arab Saudi mengecam komentar Netanyahu sebagai "ekstremis dan kolonialis" dan menegaskan kembali hak warga Palestina atas tanah mereka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!