Lawan Ide Pencaplokan Gaza, Presiden Prancis: Jawabannya Bukan Operasi Real Estat

Rabu, 12 Februari 2025 - 17:24 WIB
Prancis menangguhkan ekspor senjata ke Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Oktober 2024, dan meminta negara lain untuk mengikutinya.

“Saya selalu menegaskan kembali ketidaksetujuan saya dengan Perdana Menteri (Israel) Netanyahu,” kata Macron. “Sekali lagi, saya tidak percaya bahwa operasi besar-besaran yang terkadang menargetkan warga sipil adalah jawaban yang tepat.”

Macron mengatakan tanggapan "efisien" apa pun untuk membangun kembali Gaza "tidak berarti secara otomatis Anda tidak menghormati orang atau negara," menyoroti keinginan warga Palestina untuk tetap tinggal di tanah air mereka dan keengganan Yordania dan Mesir untuk menerima sejumlah besar pengungsi Gaza.

Usulan provokatif yang diajukan oleh Trump menguraikan rencana untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza ke negara tetangga Mesir dan Yordania, dengan AS mengambil "kepemilikan jangka panjang" atas daerah kantong itu.

Trump memicu badai kritik karena membesar-besarkan potensi real estat Gaza, dengan mengisyaratkan ia dapat membangunnya kembali menjadi "Riviera Timur Tengah."

Ini bukan pertama kalinya orang-orang di sekitar Trump melontarkan gagasan itu. Tahun lalu, menantunya Jared Kushner, yang menjabat sebagai penasihat senior Trump dalam masa jabatan pertamanya, mengusulkan "pembersihan" Gaza dengan mengusir warga sipil untuk membuka potensi tepi laut yang "sangat berharga" di wilayah itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung "ide luar biasa" Trump saat berkunjung ke AS minggu lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah menyaksikan gelombang kelompok pemukim sayap kanan yang merencanakan dan mengadvokasi pembangunan kembali Gaza, menyerukan agar orang-orang Arab meninggalkan negara itu dan membangun kembali pemukiman Yahudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!