3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi

Sabtu, 08 Februari 2025 - 18:12 WIB

3. Israel Sudah Melakukan Negosiasi dengan Saudi selama 3 Tahun

Melansir Middle East Monitor, Netanyahu juga mengklaim dalam pernyataannya bahwa Israel telah melakukan negosiasi rahasia dengan Arab Saudi selama tiga tahun, menambahkan bahwa ia: "Tidak akan membuat perjanjian yang akan membahayakan Negara Israel."

Komentar tersebut muncul di tengah kunjungan Netanyahu ke Washington, DC, di mana ia muncul bersama mantan Presiden AS Donald Trump yang mengungkap rencana kontroversial untuk "mengambil alih" Gaza dan menggusur jutaan warga Palestina.

Rencana pembersihan etnis di Jalur Gaza, yang dikecam oleh para pemimpin internasional dan pakar hukum, mencakup pengusiran warga Palestina ke negara-negara tetangga dengan alasan pembangunan kembali.

Namun, Arab Saudi dengan cepat menepis komentar Netanyahu dalam pernyataan kementerian luar negeri yang dikeluarkan tak lama setelah wawancara tersebut yang menegaskan kembali bahwa normalisasi dengan Israel hanya akan mungkin terjadi jika negara Palestina merdeka didirikan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Yang Mulia menekankan bahwa sikap Arab Saudi terhadap kenegaraan Palestina tetap teguh dan tidak tergoyahkan," kata pernyataan itu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!