Netanyahu Sesumbar Israel Tunda Rencana Bom Nuklir Iran selama 10 Tahun
Jum'at, 07 Februari 2025 - 21:01 WIB
Pada tahun 2015, Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar dunia, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, yang membatasi program nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi sebagian.
Namun, pada tahun 2018 AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian tersebut selama masa jabatan pertama Donald Trump.
Sejak saat itu, Iran telah meningkatkan kemampuan pengayaan uraniumnya secara signifikan, dan upaya menghidupkan kembali kesepakatan tersebut belum berhasil meskipun Teheran telah mengklaim siap berunding jika diperlakukan dengan "hormat."
Pada bulan Desember, Rafael Grossi, kepala Badan Tenaga Atom Internasional, menyatakan Iran secara “dramatis” mempercepat pengayaan uraniumnya hingga mencapai kemurnian 60%, dan menyebut perkembangan tersebut “sangat memprihatinkan.”
Baca juga: Bisakah Perusahaan Investasi Jared Kushner Hubungkan Uang Teluk dengan Rencana Trump Caplok Gaza?
Namun, pada tahun 2018 AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian tersebut selama masa jabatan pertama Donald Trump.
Sejak saat itu, Iran telah meningkatkan kemampuan pengayaan uraniumnya secara signifikan, dan upaya menghidupkan kembali kesepakatan tersebut belum berhasil meskipun Teheran telah mengklaim siap berunding jika diperlakukan dengan "hormat."
Pada bulan Desember, Rafael Grossi, kepala Badan Tenaga Atom Internasional, menyatakan Iran secara “dramatis” mempercepat pengayaan uraniumnya hingga mencapai kemurnian 60%, dan menyebut perkembangan tersebut “sangat memprihatinkan.”
Baca juga: Bisakah Perusahaan Investasi Jared Kushner Hubungkan Uang Teluk dengan Rencana Trump Caplok Gaza?
(sya)
Lihat Juga :