PBB Ungkap 430.000 Orang Palestina Melintas dari Gaza Selatan ke Utara

Kamis, 30 Januari 2025 - 18:30 WIB
Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Dujarric melaporkan “infrastruktur sipil hancur dan layanan penting terganggu” di Tepi Barat yang diduduki.

Dia mengatakan hampir 1.000 warga Palestina telah mengungsi akibat gangguan terhadap layanan penting.

Ketika ditanya tentang larangan Israel terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang akan mulai berlaku pada hari Kamis, Dujarric mengatakan PBB telah “mengambil beberapa tindakan” dan menegaskan badan PBB tersebut “akan terus melaksanakan mandatnya, “sampai secara fisik tidak dapat melakukannya”.

Mengenai kemungkinan ancaman oleh penegak hukum Israel terhadap Badan dan personelnya, Dujarric mengatakan, “Personel, baik nasional maupun internasional, perlu dilindungi menurut hukum internasional dan menurut kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional.”

Dujarric juga mencatat tidak ada jaminan yang diberikan oleh Israel kepada PBB untuk melindungi stafnya.

Knesset (parlemen) Israel memberikan suara pada bulan Oktober untuk melarang operasi UNRWA di wilayah yang diduduki Israel, dengan tuduhan karyawan Badan PBB tersebut terlibat dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023. Tuduhan itu dibantah UNRWA.

Larangan tersebut, yang muncul di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di Gaza, telah menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan terhadap bantuan penting bagi jutaan pengungsi Palestina.

Pejabat PBB telah berulang kali memperingatkan tindakan tersebut dapat memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!