Badan Atom PBB Pastikan Korut Tutup Reaktor Penghasil Bom Nuklir
Rabu, 02 September 2020 - 18:18 WIB
"Hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada aktivitas pemrosesan ulang yang terjadi dan plutonium yang diproduksi di reaktor 5MW selama siklus operasional terbaru belum dipisahkan," kata laporan IAEA, menambahkan bahwa konstruksi tampaknya terus berlanjut di reaktor air Yongbyon.
Sebaliknya, kata IAEA, pergerakan kendaraan dan pengoperasian unit pendingin di pabrik fabrikasi batang bahan bakar di Yongbyon menunjukkan Korut telah memproduksi uranium yang diperkaya dengan sentrifugal di sana.
Korut juga dapat memperkaya uranium di fasilitas di luar Pyongyang yang dikenal sebagai Kangson yang hanya menarik perhatian sebagai situs pengayaan potensial dalam beberapa tahun terakhir.
"Pembangunan kompleks ini di Kangson terjadi sebelum pembangunan fasilitas pengayaan sentrifugal yang dilaporkan di Yongbyon, yang memiliki beberapa karakteristik yang sama," ungkap IAEA.
"Jika kompleks Kangson adalah fasilitas pengayaan sentrifugal, ini akan konsisten dengan kronologi perkembangan program pengayaan uranium yang dilaporkan oleh DPRK," IAEA melanjutkan, menggunakan nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea.(Baca juga: PBB Duga Korut Kembangkan Hulu Ledak Nuklir untuk Rudal Balistiknya )
Sebaliknya, kata IAEA, pergerakan kendaraan dan pengoperasian unit pendingin di pabrik fabrikasi batang bahan bakar di Yongbyon menunjukkan Korut telah memproduksi uranium yang diperkaya dengan sentrifugal di sana.
Korut juga dapat memperkaya uranium di fasilitas di luar Pyongyang yang dikenal sebagai Kangson yang hanya menarik perhatian sebagai situs pengayaan potensial dalam beberapa tahun terakhir.
"Pembangunan kompleks ini di Kangson terjadi sebelum pembangunan fasilitas pengayaan sentrifugal yang dilaporkan di Yongbyon, yang memiliki beberapa karakteristik yang sama," ungkap IAEA.
"Jika kompleks Kangson adalah fasilitas pengayaan sentrifugal, ini akan konsisten dengan kronologi perkembangan program pengayaan uranium yang dilaporkan oleh DPRK," IAEA melanjutkan, menggunakan nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea.(Baca juga: PBB Duga Korut Kembangkan Hulu Ledak Nuklir untuk Rudal Balistiknya )
(ber)
Lihat Juga :