Analis: Ide Donald Trump Gusur Warga Gaza Mengancam Yordania dan Mesir

Senin, 27 Januari 2025 - 10:28 WIB
Penulis dan analis politik Yordania Adel Mahmoud menyebut gagasan Trump "tidak realistis" dan mencerminkan "posisi sayap kanan Israel" yang dibuat dengan "dalih kemanusiaan".

"Yordania dan Mesir tidak akan menerimanya," ujarnya.

Mesir sebelumnya telah memperingatkan terhadap "pemindahan paksa" warga Palestina dari Gaza ke gurun Sinai, dan pada hari Minggu menolak pelanggaran "hak-hak yang tidak dapat dicabut" warga Palestina baik sementara maupun jangka panjang.

"Menurut pengalaman kami selama 70 hingga 80 tahun konflik Israel-Palestina, setiap tindakan sementara yang diadopsi oleh Israel akhirnya menjadi permanen," kata Rantawi.

Saleh al-Armouti, seorang anggota Parlemen dari partai oposisi utama Yordania, Front Aksi Islam, mengatakan usulan Trump merupakan "pelanggaran kedaulatan Yordania" dan "deklarasi perang".

Raja Yordania Abdullah II telah menetapkan garis merah termasuk tidak boleh "meyudaisasi Yerusalem, tidak boleh merelokasi warga Palestina, dan tidak boleh ada tanah air alternatif”.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!