Analis: Ide Donald Trump Gusur Warga Gaza Mengancam Yordania dan Mesir

Senin, 27 Januari 2025 - 10:28 WIB
Bagi Oraib Rantawi, direktur Pusat Studi Politik Al-Quds di Amman, gagasan tersebut merupakan "posisi bermusuhan" dari pemerintahan baru AS terhadap Palestina, Yordania, dan Mesir.

Yordania telah menampung 2,3 juta pengungsi Palestina dan telah berulang kali menolak proyek apa pun yang bertujuan menjadikan kerajaan tersebut sebagai "tanah air alternatif".

"Penolakan kami terhadap pemindahan warga Palestina tegas dan tidak akan berubah. Yordania untuk warga Yordania dan Palestina untuk warga Palestina," kata Menteri Luar Negeri Ayman Safadi pada hari Minggu.

Rantawi mengatakan gagasan Trump merupakan ancaman bagi keamanan dan stabilitas kedua tetangga Israel, yang dianggapnya sebagai "pesan tekanan" bagi Amman dan "hadiah beracun" bagi Kairo.

Rencana semacam itu akan mempersempit pemindahan warga Palestina yang lebih luas, khususnya dari Tepi Barat yang diduduki, ke Yordania. “Dan bertujuan untuk melenyapkan perjuangan Palestina dengan mengorbankan negara-negara Arab,” kata Rantawi kepada AFP.

Bagi warga Palestina, setiap upaya untuk memindahkan mereka dari Gaza akan membangkitkan kenangan kelam tentang apa yang disebut dunia Arab sebagai "Nakba" atau "malapetaka"—pemindahan massal warga Palestina selama pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Usulan Trump muncul setelah Amerika Serikat mengeluarkan pembekuan besar-besaran atas bantuan asing kecuali yang ditujukan untuk Mesir dan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!