Mengapa Mesir dan Yordania Menolak Usulan Trump untuk Menampung Pengungsi Gaza?
Senin, 27 Januari 2025 - 01:10 WIB
Tahun 1970-an, ketika Organisasi Pembebasan Palestina milik Yasser Arafat, kelompok pejuang terkemuka pada masanya, mengubah wilayah selatan negara itu menjadi landasan peluncuran untuk menyerang Israel. Krisis pengungsi dan tindakan PLO turut mendorong Lebanon ke dalam perang saudara selama 15 tahun pada tahun 1975. Israel menginvasi dua kali dan menduduki Lebanon selatan dari tahun 1982 hingga tahun 2000.
Ultranasionalis Israel telah lama mengusulkan agar Yordania dianggap sebagai negara Palestina sehingga Israel dapat mempertahankan Tepi Barat, yang mereka pandang sebagai jantung tanah air orang-orang Yahudi menurut Alkitab. Kerajaan Yordania dengan keras menolak skenario itu.
6. Trump Tak Bisa Memaksa Yordania dan Mesir
Itu tergantung pada seberapa serius Trump tentang gagasan itu dan seberapa jauh ia siap melangkah.
Tarif AS — salah satu alat ekonomi favorit Trump — atau sanksi langsung dapat menghancurkan Yordania dan Mesir. Kedua negara menerima miliaran dolar bantuan Amerika setiap tahun, dan Mesir sudah terperosok dalam krisis ekonomi.
Namun, membiarkan masuknya pengungsi juga dapat mengganggu stabilitas. Mesir mengatakan saat ini menampung sekitar 9 juta migran, termasuk pengungsi dari perang saudara Sudan. Yordania, dengan populasi kurang dari 12 juta, menampung lebih dari 700.000 pengungsi, terutama dari Suriah.
Tekanan AS juga berisiko mengasingkan sekutu utama di kawasan yang selama ini memiliki hubungan baik dengan Trump — tidak hanya el-Sissi dan Raja Yordania Abdullah II, tetapi juga para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki, yang semuanya mendukung perjuangan Palestina.
Hal itu berpotensi mempersulit upaya untuk menengahi perjanjian bersejarah antara Arab Saudi dan Israel guna menormalisasi hubungan, sesuatu yang Trump coba lakukan pada masa jabatan sebelumnya dan berharap dapat diselesaikan pada masa jabatannya saat ini.
5. PLO Juga Bisa Jadi Benalu
Yordania, yang berselisih dengan PLO dan mengusirnya dalam situasi yang sama pada tahun 1970, telah menampung lebih dari 2 juta pengungsi Palestina, yang sebagian besar telah diberikan kewarganegaraan.Ultranasionalis Israel telah lama mengusulkan agar Yordania dianggap sebagai negara Palestina sehingga Israel dapat mempertahankan Tepi Barat, yang mereka pandang sebagai jantung tanah air orang-orang Yahudi menurut Alkitab. Kerajaan Yordania dengan keras menolak skenario itu.
6. Trump Tak Bisa Memaksa Yordania dan Mesir
Itu tergantung pada seberapa serius Trump tentang gagasan itu dan seberapa jauh ia siap melangkah.
Tarif AS — salah satu alat ekonomi favorit Trump — atau sanksi langsung dapat menghancurkan Yordania dan Mesir. Kedua negara menerima miliaran dolar bantuan Amerika setiap tahun, dan Mesir sudah terperosok dalam krisis ekonomi.
Namun, membiarkan masuknya pengungsi juga dapat mengganggu stabilitas. Mesir mengatakan saat ini menampung sekitar 9 juta migran, termasuk pengungsi dari perang saudara Sudan. Yordania, dengan populasi kurang dari 12 juta, menampung lebih dari 700.000 pengungsi, terutama dari Suriah.
Tekanan AS juga berisiko mengasingkan sekutu utama di kawasan yang selama ini memiliki hubungan baik dengan Trump — tidak hanya el-Sissi dan Raja Yordania Abdullah II, tetapi juga para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki, yang semuanya mendukung perjuangan Palestina.
Hal itu berpotensi mempersulit upaya untuk menengahi perjanjian bersejarah antara Arab Saudi dan Israel guna menormalisasi hubungan, sesuatu yang Trump coba lakukan pada masa jabatan sebelumnya dan berharap dapat diselesaikan pada masa jabatannya saat ini.
(ahm)
Lihat Juga :