Profil Komandan Hamas Abu Hamza, Diklaim Israel Sudah Dibunuh tapi Muncul Lagi di Gaza
Jum'at, 24 Januari 2025 - 13:04 WIB
Sebagai komandan Batalyon Beit Hanoun, Abu Hamza menjadi pemimpin pertempuran untuk membela Beit Hanoun, kota di Gaza utara yang dekat dengan perbatasan Israel.
Pinggiran Beit Hanoun berjarak kurang dari dua kilometer dari Sderot, Israel.
Menurut laporan Jerusalem Post, wilayah Beit Hanoun telah digunakan Hamas untuk mengancam Israel selama bertahun-tahun.
Roket sering ditembakkan dari Beit Hanoun. Daerah perkotaan ini juga sering rusak parah dalam beberapa putaran konflik sebelumnya. Namun, Hamas selalu kembali dan menggunakannya untuk mengancam Israel.
Media-media Israel memberitakan kemunculan Abu Hamza sebagai komandan yang ”bangkit dari kematian”, dengan mengkritik kredibilitas dari klaim militer Zionis.
Video tentang kemunculannya memperlihatkan dirinya berpidato singkat di sebuah pemakaman di Gaza utara, berdiri di tengah reruntuhan bangunan yang dibom Israel, dengan sekelompok pria mendengarkannya.
Dalam pidatonya, dia memuji perlawanan Gaza terhadap serangan militer Israel, dengan mengatakan, "Ketika yang kuat tidak mencapai tujuannya, maka ia akan kalah, tetapi yang lemah, yang mencegah yang kuat mencapai tujuannya—adalah pemenangnya."
Dia juga menganggap serangan Israel sebagai hal yang sia-sia.
Pinggiran Beit Hanoun berjarak kurang dari dua kilometer dari Sderot, Israel.
Menurut laporan Jerusalem Post, wilayah Beit Hanoun telah digunakan Hamas untuk mengancam Israel selama bertahun-tahun.
Roket sering ditembakkan dari Beit Hanoun. Daerah perkotaan ini juga sering rusak parah dalam beberapa putaran konflik sebelumnya. Namun, Hamas selalu kembali dan menggunakannya untuk mengancam Israel.
Media-media Israel memberitakan kemunculan Abu Hamza sebagai komandan yang ”bangkit dari kematian”, dengan mengkritik kredibilitas dari klaim militer Zionis.
Video tentang kemunculannya memperlihatkan dirinya berpidato singkat di sebuah pemakaman di Gaza utara, berdiri di tengah reruntuhan bangunan yang dibom Israel, dengan sekelompok pria mendengarkannya.
Dalam pidatonya, dia memuji perlawanan Gaza terhadap serangan militer Israel, dengan mengatakan, "Ketika yang kuat tidak mencapai tujuannya, maka ia akan kalah, tetapi yang lemah, yang mencegah yang kuat mencapai tujuannya—adalah pemenangnya."
Dia juga menganggap serangan Israel sebagai hal yang sia-sia.
Lihat Juga :