Charlie Hebdo Kembali Terbitkan Kartun Nabi, Macron Sebut Kebebasan Pers

Rabu, 02 September 2020 - 16:22 WIB
Di antara kartun-kartun itu, yang sebagian besar pertama kali diterbitkan oleh surat kabar Denmark pada tahun 2005 dan kemudian oleh Charlie Hebdo pada tahun berikutnya, salah satu yang menggambarkan Nabi Muhammad mengenakan sorban berbentuk bom dengan sekring yang menyala.

Kartun-kartun itu telah memicu gelombang kemarahan di dunia Muslim, di mana setiap penggambaran Nabi Muhammad dianggap penghinaan.

Sebelum serangan mematikan itu, kelompok militan Islam secara online telah memperingatkan pihak Charlie Hebdo tentang konsekuensi penerbitan kartun tersebut.

Empat belas tersangka dalam serangan terhadap Charlie Hebdo dan Hyper Cacher pada 2015 lalu akan diadili di Paris pada hari ini waktu setempat.

Said bersaudara dan Cherif Kouachi mengamuk di kantor majalah itu pada 7 Januari yang menewaskan 12 orang, termasuk sejumlah kartunis Prancis ternama.

Seorang polisi wanita dan empat orang lainnya juga tewas dalam serangan yang diwarnai dengan penyanderaan sehari kemudian oleh rekan dari para pelaku, Amedy Coulibaly, di supermarket Hyper Cacher di luar Paris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!