Jenderal Iran: Gencatan Senjata Gaza Tanda Kekalahan Bersejarah bagi Israel
Senin, 20 Januari 2025 - 08:34 WIB
"Para penjagal yang haus darah dan membunuh anak-anak dari rezim Zionis, setelah 15 bulan melakukan kejahatan tanpa henti terhadap orang-orang tertindas di Palestina, Lebanon, dan kawasan itu, dipermalukan dengan menerima gencatan senjata hari ini," kata Qaani, yang dilansir Tehran Times, Senin (20/1/2025).
Sang jenderal menekankan bahwa ketentuan perjanjian gencatan senjata tersebut mencerminkan proposal yang sebelumnya ditolak oleh Israel, yang menggarisbawahi ketidakmampuan rezim tersebut untuk memperoleh keuntungan apa pun selama konflik.
Israel memulai perang brutalnya di Gaza pada 7 Oktober 2023, menyusul operasi besar oleh kelompok perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas, yang dilakukan sebagai balasan atas meningkatnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina.
Namun, meskipun menyebabkan kematian hampir 47.000 warga Palestina, terutama wanita dan anak-anak, Israel gagal mengamankan tujuan perang yang dideklarasikannya, termasuk pembebasan sandera dan pemusnahan Hamas.
Menurut Qaani, gencatan senjata tersebut merupakan momen penting dalam mengungkap apa yang disebutnya sebagai "kehidupan menyedihkan" rezim Zionis.
Sang jenderal menekankan bahwa ketentuan perjanjian gencatan senjata tersebut mencerminkan proposal yang sebelumnya ditolak oleh Israel, yang menggarisbawahi ketidakmampuan rezim tersebut untuk memperoleh keuntungan apa pun selama konflik.
Israel memulai perang brutalnya di Gaza pada 7 Oktober 2023, menyusul operasi besar oleh kelompok perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas, yang dilakukan sebagai balasan atas meningkatnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina.
Namun, meskipun menyebabkan kematian hampir 47.000 warga Palestina, terutama wanita dan anak-anak, Israel gagal mengamankan tujuan perang yang dideklarasikannya, termasuk pembebasan sandera dan pemusnahan Hamas.
Menurut Qaani, gencatan senjata tersebut merupakan momen penting dalam mengungkap apa yang disebutnya sebagai "kehidupan menyedihkan" rezim Zionis.
Lihat Juga :