Netanyahu Tuding Hamas Ingkari Perjanjian Gencatan Senjata, Rezim Zionis Tunda Persetujuan
Kamis, 16 Januari 2025 - 19:37 WIB
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas mengingkari beberapa rincian kesepakatan gencatan senjata, sehingga menunda persetujuannya oleh pemerintah Israel.
"Hamas mengingkari beberapa bagian kesepakatan yang dicapai dengan para mediator dan Israel dalam upaya memeras konsesi di menit-menit terakhir," ungkap pernyataan Netanyahu.
Dia menjelaskan, "Kabinet Israel tidak akan bersidang sampai para mediator memberi tahu Israel bahwa Hamas telah menerima semua elemen kesepakatan."
Kabinet Israel seharusnya dijadwalkan akan meratifikasi kesepakatan tersebut hari ini.
Dalam posting di Telegram, pejabat Hamas Izzat al-Risheq mengatakan kelompok itu "berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata" di Gaza sebagaimana yang digariskan para mediator Qatar dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu muncul setelah Kantor Perdana Menteri Israel menuduh Hamas mengingkari beberapa elemen kesepakatan untuk mendapatkan "konsesi di menit-menit terakhir".
Netanyahu menghadapi tekanan domestik yang besar untuk memulangkan sejumlah besar tawanan di Gaza, tetapi mitra koalisi sayap kanannya mengancam akan menjatuhkan pemerintahannya jika dia membuat terlalu banyak konsesi.
Dua pemimpin senior Hamas telah menolak tuduhan Israel bahwa kelompok Palestina tersebut mengingkari unsur-unsur gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan tawanan.
"Tidak ada dasar bagi klaim Netanyahu tentang gerakan tersebut yang menarik kembali ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata," ujar pejabat Hamas Sami Abu Zuhri.
"Hamas mengingkari beberapa bagian kesepakatan yang dicapai dengan para mediator dan Israel dalam upaya memeras konsesi di menit-menit terakhir," ungkap pernyataan Netanyahu.
Dia menjelaskan, "Kabinet Israel tidak akan bersidang sampai para mediator memberi tahu Israel bahwa Hamas telah menerima semua elemen kesepakatan."
Kabinet Israel seharusnya dijadwalkan akan meratifikasi kesepakatan tersebut hari ini.
Dalam posting di Telegram, pejabat Hamas Izzat al-Risheq mengatakan kelompok itu "berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata" di Gaza sebagaimana yang digariskan para mediator Qatar dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu muncul setelah Kantor Perdana Menteri Israel menuduh Hamas mengingkari beberapa elemen kesepakatan untuk mendapatkan "konsesi di menit-menit terakhir".
Netanyahu menghadapi tekanan domestik yang besar untuk memulangkan sejumlah besar tawanan di Gaza, tetapi mitra koalisi sayap kanannya mengancam akan menjatuhkan pemerintahannya jika dia membuat terlalu banyak konsesi.
Dua pemimpin senior Hamas telah menolak tuduhan Israel bahwa kelompok Palestina tersebut mengingkari unsur-unsur gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan tawanan.
"Tidak ada dasar bagi klaim Netanyahu tentang gerakan tersebut yang menarik kembali ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata," ujar pejabat Hamas Sami Abu Zuhri.
Lihat Juga :
tulis komentar anda