4 Cara AS Merampas Wilayah di Luar Negeri, dari Pencaplokan Paksa hingga Penjualan Murah
Selasa, 14 Januari 2025 - 13:33 WIB
Filipina (Samudra Pasifik)
Spanyol menjual koloninya Filipina ke AS sebesar $20 juta setelah kekalahannya dalam Perang Spanyol-Amerika tahun 1898. Undang-Undang Jones tahun 1916 menjanjikan kemerdekaan bagi Manila, yang harus menunggu 30 tahun untuk mendapatkannya.Wilayah Amerika yang tidak tergabung Kepulauan Virgin (Samudra Atlantik)
AS menekan Denmark untuk menjual pulau Saint Thomas, Saint John, dan Saint Croix seharga USD25 juta dalam bentuk koin emas dengan mengancam serangan militer terhadap negara netral tersebut selama Perang Dunia I.Helikopter Huey Filipina bersiap untuk menurunkan pasukan sementara marinir Filipina mengambil posisi dalam simulasi penyerangan selama latihan militer gabungan tahunan AS-Filipina pada 15 Mei 2014.
Baca Juga: Konspirasi Menghantui Bencana pada Awal 2025
3. Perampasan Tanah dengan Paksa
Hawaii (Samudra Pasifik)
Melansir Sputnik News, perdagangan tebu yang menguntungkan menggugah selera sekelompok pengusaha AS di Hawaii, yang melakukan kudeta pada tahun 1893, menggulingkan Ratu Liliuokalani dengan Dukungan Angkatan Laut AS. Hawaii berubah dari aneksasi sebagai wilayah AS menjadi negara bagian ke-50 Amerika.Lihat Juga :