Pasukan Khusus Inggris Miliki ‘Golden Pass’ atas Eksekusi Rutin Warga Sipil Afghanistan
Kamis, 09 Januari 2025 - 09:22 WIB
Dia mengatakan bahwa para petinggi dalam Pasukan Khusus Inggris—yang meliputi Special Air Service (SAS), Special Boat Service (SBS), dan empat cabang rahasia militer Inggris lainnya—tidak berminat menyelidiki berbagai pembunuhan tersebut. “Dan bahwa para anggota SAS pada dasarnya telah diberi ‘golden pass’ yang memungkinkan mereka lolos atas pembunuhan,” katanya, seperti dikutip dari Sky News, Kamis (9/1/2025).
Tim investigasi tersebut sedang menyelidiki penggerebekan malam yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Inggris antara tahun 2010 hingga 2013, saat berbagai pembunuhan yang dituduhkan terjadi.
Seorang perwira junior mengatakan kepada tim investigasi bahwa "semua pria usia tempur" tewas dalam penggerebekan ini, terlepas dari apakah mereka bersenjata atau tidak. Personel SAS terkadang membawa senjata untuk dijatuhkan di samping mayat setelah pembunuhan agar mereka tampak seperti kombatan.
“Tahanan terkadang dieksekusi setelah mereka ditahan,” kata saksi tersebut.
"Dalam satu kasus, disebutkan bahwa bantal diletakkan di atas kepala seseorang sebelum dibunuh dengan pistol," imbuh dokumen penyelidikan.
Tim investigasi tersebut menyelidiki pembunuhan terhadap setidaknya 80 tahanan di Afghanistan.
Tim investigasi tersebut sedang menyelidiki penggerebekan malam yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Inggris antara tahun 2010 hingga 2013, saat berbagai pembunuhan yang dituduhkan terjadi.
Seorang perwira junior mengatakan kepada tim investigasi bahwa "semua pria usia tempur" tewas dalam penggerebekan ini, terlepas dari apakah mereka bersenjata atau tidak. Personel SAS terkadang membawa senjata untuk dijatuhkan di samping mayat setelah pembunuhan agar mereka tampak seperti kombatan.
“Tahanan terkadang dieksekusi setelah mereka ditahan,” kata saksi tersebut.
"Dalam satu kasus, disebutkan bahwa bantal diletakkan di atas kepala seseorang sebelum dibunuh dengan pistol," imbuh dokumen penyelidikan.
Tim investigasi tersebut menyelidiki pembunuhan terhadap setidaknya 80 tahanan di Afghanistan.
Lihat Juga :