Tentara AS yang Meledakkan Cybertruck Gunakan AI untuk Merencanakan Serangan

Rabu, 08 Januari 2025 - 23:50 WIB
Tentara AS yang meledakkan cybertruck gunakan AI. Foto/X/@silentpolitics1
WASHINGTON - Baret Hijau Angkatan Darat AS yang sangat dihormati yang diduga melakukan ledakan di luar Trump International Hotel di Las Vegas pada Hari Tahun Baru telah menggunakan alat AI generatif, termasuk ChatGPT, untuk membantu merencanakan serangan.

Petugas penegak hukum AS mengungkap detail baru tentang ledakan tersebut. Analisis pertanyaan yang diajukan Matthew Livelsberger yang berusia 37 tahun di ChatGPT mengungkapkan bahwa ia telah mencari informasi tentang target serangan, kecepatan jenis amunisi tertentu, dan legalitas kembang api.



Pada tanggal 1 Januari 2025, sebuah Tesla Cybertruck yang penuh dengan kembang api, tangki bensin, dan bahan bakar untuk berkemah meledak di luar Trump International Hotel di Las Vegas. Livelsberger, sang pengemudi, ditemukan tewas di dalam kendaraan tersebut. Ledakan tersebut menyebabkan luka ringan pada tujuh orang di dekatnya dan menimbulkan kerusakan minimal pada hotel tersebut.

“Ini adalah insiden pertama yang saya ketahui di wilayah AS di mana ChatGPT digunakan untuk membantu seseorang membangun perangkat tertentu,” kata Kevin McMahill, sheriff dari Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa, dilansir RT.

Ia menggambarkan penggunaan AI generatif sebagai "pengubah permainan" dan "momen yang mengkhawatirkan."

Pengembang ChatGPT, OpenAI, mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan alat-alatnya digunakan "secara bertanggung jawab" dan bahwa alat-alat tersebut dirancang untuk menolak instruksi yang berbahaya, kata perusahaan yang berkantor pusat di San Francisco itu kepada Associated Press dalam sebuah pernyataan melalui email.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!