Zionis Klaim 120 Pasukan Khusus Israel Hancurkan Pabrik Rudal Iran di Suriah dalam 3 Jam

Jum'at, 03 Januari 2025 - 15:56 WIB
Serangan pada akhir 2017 itu menyebabkan Iran mengalihkan operasinya ke bawah tanah, yang bertujuan untuk melindungi kemampuan produksi rudalnya dari serangan udara Israel di masa mendatang.

Pada tahun 2021, fasilitas bawah tanah yang terkubur 70 hingga 130 meter di dalam gunung itu telah beroperasi, dengan kemampuan produksi rudal yang mendekati skala penuh.

Struktur fasilitas berbentuk tapal kuda, memiliki tiga pintu masuk utama: satu untuk bahan mentah, satu lagi untuk rudal yang sudah jadi, dan yang ketiga untuk logistik dan akses kantor.

Enam belas ruang produksi berjejer di fasilitas itu, termasuk mixer untuk bahan bakar roket, area konstruksi badan rudal, dan ruang pengecatan.

IDF memperkirakan produksi tahunan fasilitas itu bisa berkisar antara 100 hingga 300 rudal, yang mampu mencapai target hingga sejauh 300 kilometer.

Berlokasi strategis hanya 200 km di utara perbatasan Israel dan 45 km dari garis pantai barat Suriah, fasilitas Deep Layer menawarkan Iran sarana untuk menghindari serangan Israel terhadap konvoi senjata darat ke Hizbullah.

Situs bawah tanah itu memungkinkan Hizbullah menerima rudal langsung dari perbatasan Suriah.

Persiapan Serangan Israel



Keputusan IDF untuk menyerbu fasilitas itu muncul setelah bertahun-tahun melakukan pemantauan dan pengumpulan intelijen.

Sementara rencana awal telah dirumuskan bertahun-tahun sebelumnya, operasi itu menjadi semakin mendesak di tengah perang multifront yang dimulai pada Oktober 2023, yang melibatkan Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan milisi lain yang didukung Iran.
Halaman :
Lihat Juga :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More