5 Alasan AS Terus Melanjutkan Penjajahan di Suriah, Kuasai 90 Persen Minyak
Kamis, 02 Januari 2025 - 13:07 WIB
AS masih melanjutkan penjajahan di Suriah karena kuasai 90 persen minyak di negara tersebut. Foto/X/@GlobeEyeNews
DAMASKUS - Menteri perminyakan Suriah Ghiath Diab telah menyoroti tantangan yang sedang berlangsung dari sumur minyak yang tetap berada di luar kendali pemerintah sementara yang baru. Itu karena pasukan AS terus menduduki ladang minyak Suriah secara ilegal yang telah berlangsung sejak 2014.
Meskipun Diab tidak mengidentifikasi pasukan pendudukan secara eksplisit, militer AS telah mempertahankan kehadiran ilegal sekitar 900 tentara di wilayah kaya minyak Suriah sejak 2014, mencegah Damaskus mengakses sumber dayanya sendiri. Perkiraan terbaru adalah bahwa AS memiliki 2.000 tentara di Suriah.
5 Alasan AS Terus Melanjutkan Penjajahan di Suriah, Kuasai 90 Pesen Minyak
1. AS Jadi Penghambat Pemulihan Suriah
Menteri Ghiath Diab mengatakan pada hari Senin bahwa beberapa sumur minyak tetap "di luar administrasi negara Suriah", menggambarkannya sebagai "salah satu yang terbesar dan hambatan utama” yang dihadapi pemulihan negara.Meskipun Diab tidak mengidentifikasi pasukan pendudukan secara eksplisit, militer AS telah mempertahankan kehadiran ilegal sekitar 900 tentara di wilayah kaya minyak Suriah sejak 2014, mencegah Damaskus mengakses sumber dayanya sendiri. Perkiraan terbaru adalah bahwa AS memiliki 2.000 tentara di Suriah.
2. AS Akui Menjajah Suriah untuk Minyak
Melansir Middle East Monitor, situasinya sangat kritis karena Suriah berupaya untuk menstabilkan diri setelah jatuhnya rezim Bashar Al-Assad pada 8 Desember. Pada tahun 2010, sebelum konflik, Suriah memproduksi 390.000 barel minyak per hari, yang merupakan seperlima dari PDB dan setengah dari ekspornya. Produksi saat ini telah anjlok menjadi hanya 40.000 barel per hari pada tahun 2023.Lihat Juga :