5 Perang yang Berkecamuk selama 2024

Selasa, 24 Desember 2024 - 03:30 WIB
Situasi di Suriah juga diperumit oleh ketidakpastian atas pengiriman bantuan lintas batas. Sementara kebutuhan kemanusiaan tetap tinggi, bantuan kemanusiaan secara kronis kekurangan dana dan terbatas. PBB dan pemerintah Suriah telah sepakat untuk melanjutkan pengiriman bantuan lintas batas, tetapi masa depan perjanjian ini tidak pasti dan kegagalan untuk memperpanjangnya akan memutus jutaan orang dari bantuan yang sangat penting.

5. Republik Demokratik Kongo

Republik Demokratik Kongo tengah menghadapi salah satu krisis terlama di dunia, yang disebabkan oleh konflik bersenjata, krisis ekonomi, guncangan iklim, dan epidemi penyakit. Di wilayah timur negara tersebut, serangan baru oleh kelompok pemberontak M23 meningkatkan intensitas konflik dan kebutuhan kemanusiaan. Tahun lalu juga terjadi peningkatan ketegangan politik menjelang pemilihan presiden pada bulan Desember.

Kebutuhan kemanusiaan diperkirakan mencapai 25,4 juta orang, jumlah tertinggi di antara negara mana pun di dunia. Selain itu, Kongo merupakan salah satu negara dengan jumlah pengungsi internal tertinggi di dunia. Kamp-kamp pengungsian penuh sesak dan penghuninya berisiko terkena epidemi penyakit mematikan.

Situasi yang tidak stabil dan konflik bersenjata di Kongo telah lama menyebabkan penduduk setempat mengungsi ke tempat yang aman melintasi perbatasan negara tersebut.

Diperparah oleh serangan Israel terhadap Lebanon yang telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi ke Suriah.

Situasi di Suriah juga diperumit oleh ketidakpastian atas pengiriman bantuan lintas batas. Sementara kebutuhan kemanusiaan tetap tinggi, bantuan kemanusiaan secara kronis kekurangan dana dan terbatas. PBB dan pemerintah Suriah telah sepakat untuk melanjutkan pengiriman bantuan lintas batas, tetapi masa depan perjanjian ini tidak pasti dan kegagalan untuk memperpanjangnya akan memutus jutaan orang dari bantuan yang sangat penting.

Situasi yang tidak stabil dan konflik bersenjata di Kongo telah lama menyebabkan penduduk setempat mengungsi ke tempat yang aman melintasi perbatasan negara tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!