Profil Gideon Saar, Menlu Zionis yang Tutup Kedubes Israel di Irlandia
Jum'at, 20 Desember 2024 - 14:22 WIB
Gideon Saar, Menteri Luar Negeri Zionis yang menutup Kedutaan Besar Israel di Irlandia. Foto/Marc Israel Sellem/Jerusalem Post
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar baru-baru ini mengumumkan penutupan Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di Irlandia.
Alasannya, menurut Saar, pemerintah Dubin menerapkan kebijakan anti-Israel yang ekstrem.
Alasan itu merujuk pada langkah Irlandia yang mengakui Negara Palestina dan mendukung Mahkamah Internasional (ICJ) mengadili Israel atas tuduhan melakukan genosida di Jalur Gaza.
Baca Juga: Politisi Irlandia Ini Menangis saat Pidato soal Gaza: Saya Berharap Netanyahu Dibakar di Neraka
Gideon Moshe Saar, lahir 9 Desember 1966, adalah seorang politikus Zionis yang saat ini menjabat sebagai Menlu Israel dan anggota Knesset (Parlemen) dari Partai Harapan Baru (New Hope).
Saar pertama kali terpilih menjadi anggota Knesset sebagai dari Partai Likud pada tahun 2003, dan menjabat hingga tahun 2014.
Selama periode tersebut, dia menjabat sebagai Menteri Pendidikan (2009–2013) dan Menteri Dalam Negeri (2013–2014).
Setelah jeda politik, dia kembali ke Knesset pada tahun 2019, dan gagal mengalahkan Benjamin Netanyahu untuk kepemimpinan Partai Likud.
Alasannya, menurut Saar, pemerintah Dubin menerapkan kebijakan anti-Israel yang ekstrem.
Alasan itu merujuk pada langkah Irlandia yang mengakui Negara Palestina dan mendukung Mahkamah Internasional (ICJ) mengadili Israel atas tuduhan melakukan genosida di Jalur Gaza.
Baca Juga: Politisi Irlandia Ini Menangis saat Pidato soal Gaza: Saya Berharap Netanyahu Dibakar di Neraka
Profil Gideon Saar
Gideon Moshe Saar, lahir 9 Desember 1966, adalah seorang politikus Zionis yang saat ini menjabat sebagai Menlu Israel dan anggota Knesset (Parlemen) dari Partai Harapan Baru (New Hope).
Saar pertama kali terpilih menjadi anggota Knesset sebagai dari Partai Likud pada tahun 2003, dan menjabat hingga tahun 2014.
Selama periode tersebut, dia menjabat sebagai Menteri Pendidikan (2009–2013) dan Menteri Dalam Negeri (2013–2014).
Setelah jeda politik, dia kembali ke Knesset pada tahun 2019, dan gagal mengalahkan Benjamin Netanyahu untuk kepemimpinan Partai Likud.
Lihat Juga :