Politisi Irlandia Menangis saat Pidato soal Gaza: Saya Berharap Netanyahu Dibakar di Neraka
Minggu, 02 Juni 2024 - 07:40 WIB
loading...
Anggota Parlemen Irlandia Thomas Gould menangis saat berpidato soal Gaza di Parlemen. Dia berharap PM Israel Benjamin Netanyahu dibakar di neraka. Foto/Middle East Monitor
A
A
A
DUBLIN - Anggota Parlemen Irlandia Thomas Gould menangis saat berpidato di Parlemen pada hari Irlandia secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara, bergabung dengan Norwegia dan Spanyol dalam keputusan ini.
Beberapa anggota Parlemen Irlandia menyampaikan pidato dan mengutuk pengeboman tanpa henti Israel yang telah menghancurkan Gaza, yang merenggut ribuan nyawa manusia tak bersalah.
Dalam pidatonya, Thomas Gould dengan keras mengkritik pemerintah Israel atas penggunaan kekuatan militer secara berlebihan di Gaza, yang telah menghancurkan infrastruktur di wilayah tersebut dan mengakibatkan kematian tragis anak-anak.
“Ketika Anda melihat foto-foto dan gambar serta video yang datang dari sana dan Anda mendengar teriakan orang-orang—berteriak ketika pemerintah Israel membakar hidup-hidup pria, wanita dan anak-anak,” katanya, yang videonya dipublikasikan Middle East Monitor, Minggu (2/6/2024).
“Mereka membakar mereka hidup-hidup dan dunia hanya diam sementara 15.000 anak-anak dibantai. 35.000 pria, wanita dan anak-anak...”
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Siap Kirim Pasukan ke Gaza!
“Sungguh sulit dipercaya genosida yang terjadi, seorang anak tanpa kepala, seorang anak tanpa kepala dan pemerintah Israel mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesalahan, sebuah kesalahan,” kata anggota Parlemen tersebut menangis.
Beberapa anggota Parlemen Irlandia menyampaikan pidato dan mengutuk pengeboman tanpa henti Israel yang telah menghancurkan Gaza, yang merenggut ribuan nyawa manusia tak bersalah.
Dalam pidatonya, Thomas Gould dengan keras mengkritik pemerintah Israel atas penggunaan kekuatan militer secara berlebihan di Gaza, yang telah menghancurkan infrastruktur di wilayah tersebut dan mengakibatkan kematian tragis anak-anak.
“Ketika Anda melihat foto-foto dan gambar serta video yang datang dari sana dan Anda mendengar teriakan orang-orang—berteriak ketika pemerintah Israel membakar hidup-hidup pria, wanita dan anak-anak,” katanya, yang videonya dipublikasikan Middle East Monitor, Minggu (2/6/2024).
“Mereka membakar mereka hidup-hidup dan dunia hanya diam sementara 15.000 anak-anak dibantai. 35.000 pria, wanita dan anak-anak...”
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Siap Kirim Pasukan ke Gaza!
“Sungguh sulit dipercaya genosida yang terjadi, seorang anak tanpa kepala, seorang anak tanpa kepala dan pemerintah Israel mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesalahan, sebuah kesalahan,” kata anggota Parlemen tersebut menangis.
Lihat Juga :