Trump: Turki Berada di Balik Perubahan Rezim Suriah

Rabu, 18 Desember 2024 - 08:41 WIB
Meskipun memasukkan HTS, yang memulai kerusuhan saat ini, sebagai organisasi teroris, Ankara dianggap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelompok tersebut.

Turki juga mendukung Tentara Nasional Suriah (SNA), yang awal bulan ini melancarkan serangannya sendiri di bagian timur negara itu, dengan harapan dapat memanfaatkan runtuhnya pasukan pemerintah Suriah.

Beberapa hari sebelum Assad digulingkan, Erdogan menyuarakan dukungannya terhadap pemberontakan di Suriah, mendesak oposisi bersenjata melanjutkan pawai mereka ke Damaskus.

Sejak Assad digulingkan, Washington dan Ankara, yang keduanya mendukung berbagai kelompok pemberontak di wilayah tersebut, telah mengadakan pembicaraan tentang cara-cara untuk menstabilkan situasi dan melawan potensi kebangkitan kembali ISIS di Suriah.

Pada pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pekan lalu, keduanya sepakat terus bekerja sama dalam mencegah kelompok teror menyalahgunakan ketidakstabilan saat ini di negara itu dan membawa perdamaian ke kawasan, dimulai dengan upaya pembentukan pemerintahan sementara.

Baca juga: Sekutu Terus Tergerus, Sampai Kapan Iran Akan Bertahan?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!