Penguasa Baru Suriah Janji Negaranya Tak Jadi Tempat Peluncuran Serangan ke Israel
Selasa, 17 Desember 2024 - 16:35 WIB
Kota Damaskus terlihat dari Gunung Qosioun, Suriah. Foto/sputnik
DAMASKUS - Pemimpin oposisi bersenjata yang berkuasa di Suriah, Ahmed al-Sharaa atau lebih dikenal sebagai Abu Mohammad al-Julani, mengatakan dia tidak akan membiarkan negaranya dijadikan landasan peluncuran serangan terhadap Israel.
"Kami berkomitmen pada perjanjian 1974 dan kami siap mengembalikan (para pemantau) PBB," ungkap al-Sharaa dalam wawancara dengan The Times.
Dia menjelaskan, "Kami tidak menginginkan konflik apa pun, baik dengan Israel maupun siapa pun, dan kami tidak akan membiarkan Suriah dijadikan landasan peluncuran serangan. Rakyat Suriah butuh istirahat, dan serangan harus diakhiri serta Israel harus mundur ke posisi sebelumnya."
Menurut al-Sharaa, Israel harus mengosongkan wilayah Suriah yang diduduki setelah pengunduran diri Presiden Suriah Bashar Assad, karena "pembenaran" atas tindakan Israel dalam bentuk kehadiran anggota gerakan Hizbullah dan pasukan pro-Iran sudah tidak ada lagi.
"Kami berkomitmen pada perjanjian 1974 dan kami siap mengembalikan (para pemantau) PBB," ungkap al-Sharaa dalam wawancara dengan The Times.
Dia menjelaskan, "Kami tidak menginginkan konflik apa pun, baik dengan Israel maupun siapa pun, dan kami tidak akan membiarkan Suriah dijadikan landasan peluncuran serangan. Rakyat Suriah butuh istirahat, dan serangan harus diakhiri serta Israel harus mundur ke posisi sebelumnya."
Menurut al-Sharaa, Israel harus mengosongkan wilayah Suriah yang diduduki setelah pengunduran diri Presiden Suriah Bashar Assad, karena "pembenaran" atas tindakan Israel dalam bentuk kehadiran anggota gerakan Hizbullah dan pasukan pro-Iran sudah tidak ada lagi.
Lihat Juga :