Misteri Penjara Sednaya, Lokasi Rezim Assad Siksa dan Eksekusi Pejuang Oposisi Suriah

Sabtu, 14 Desember 2024 - 22:25 WIB
Mengutip MiddleEastEye, penjara Sednaya didirikan pada 1987 di bawah pemerintahan Hafez al-Assad. Awalnya, fasilitas ini berfungsi sebagai pusat penahanan militer saja.

Baca Juga: Artis K-Pop Dukung Pemakzulan Presiden Korea Selatan dengan Bagikan Makanan ke Demonstran

Kondisi berubah di bawah pemerintahan rezim Assad. Fasilitas itu kemudian lebih dikenal sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan penentang pemerintah.

Kelompok hak asasi manusia internasional mengatakan puluhan ribu orang pernah ditahan di Sednaya. Mereka disiksa, dipukuli, bahkan tidak diberi makanan, air, obat-obatan hingga sanitasi dasar.

Laporan Amnesty dan investigasi terpisah oleh PBB menemukan bahwa otoritas Suriah sengaja membasmi tahanan di Sednaya setelah puas menyiksa dan menahan mereka. Kekejamannya bahkan mencapai tahap penyerangan secara seksual seperti dipukul di bagian alat kelamin atau dipaksa memperkosa dan membunuh satu sama lain.

Pada 2017, Amerika Serikat menuduh pemerintah Suriah menggunakan krematorium untuk menyembunyikan pembunuhan massal di Sednaya. Washington juga menyebutkan metode penyiksaan fisik seperti pemukulan, penusukan, penyerangan seksual, sengatan listrik hingga pemotongan telinga serta alat kelamin.

Beberapa orang yang berhasil dibebaskan menggambarkan penjara itu seperti rumah jagal. Para tahanan di sana dibiarkan mati karena luka dan penyakit, serta tidak diobati di sel-sel yang kotor dan penuh sesak. Belum lagi, ada ketentuan tahanan hanya diberi waktu beberapa detik untuk menggunakan jamban dan diberikan makanan basi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!