Misteri Penjara Sednaya, Lokasi Rezim Assad Siksa dan Eksekusi Pejuang Oposisi Suriah

Sabtu, 14 Desember 2024 - 22:25 WIB
Setiap pagi, para penjaga mengumpulkan jenazah tahanan yang meninggal semalam dan membawanya ke rumah sakit militer untuk dicatat sebagai kasus gagal jantung atau pernapasan. Kemudian, mereka diangkut dengan truk ke kuburan massal di luar Damaskus.

Selain mati karena penyakit atau kelaparan, sebagian tahanan lain juga dieksekusi secara rahasia. Laporan Amnesty pada tahun 2017 menyebut ribuan tahanan digantung setelah pengadilan palsu yang berlangsung hanya beberapa menit.

Para penyintas menggambarkan ketakutan saat memasuki penjara karena mengetahui bahwa mereka yang diambil dari sel tidak akan pernah kembali. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang penyintas, “Sednaya bukanlah penjara - melainkan tempat di mana manusia tidak lagi ada."

Kondisi di dalam Penjara Sednaya

Setelah puluhan tahun berdiri, akhirnya kondisi di dalam penjara Sednaya terungkap. Hal ini diketahui usai para pemberontak meruntuhkan rezim Assad dan membuka penjara tersebut pada Minggu (8/12).

Sejauh ini, telah diketahui adanya dua zona. Pertama, sayap putih yang berada di atas tanah dan berisi blok eksekusi.

Lalu, ada sayap merah yang berada di bawah tanah dan diyakini sebagai tempat terjadinya penyiksaan berat. Beberapa laporan menyebutkan bahwa seringnya tahanan yang dibawa ke sini tidak melalui proses hukum yang jelas.

Pada video yang dirilis The Times, sekelompok dokter yang mengunjungi penjara Sednaya baru-baru ini memperlihatkan kondisi mengerikan. Ada sel-sel bernomor sempit yang masing-masing tampaknya menampung belasan orang dipenuhi puing-puing pakaian dan barang-barang bekas.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!