Mengunjungi Rumah-rumah Keluarga Assad Bersama Warga Suriah yang Menyerbunya

Jum'at, 13 Desember 2024 - 18:45 WIB
Di lantai atas terdapat apartemen pribadi, tempat para diplomat Rusia tampak menikmati Bailey's Irish Cream dari gelas-gelas kecil bertuliskan "Ukraina". Satu kolam renang kosong terdapat di atap.

Harta Kekayaan



Assad memiliki begitu banyak vila dan istana di Damaskus sehingga dia dapat tinggal di satu vila baru setiap hari dalam sepekan.

Istana Tishreen, kompleks luas di kaki Gunung Qasioun, sangat sepi. Jelas tidak banyak yang terjadi di sini sebelum pasukan pemberontak menyerbu keluar dari provinsi Idlib pada 27 November, serangan yang mendorong tentara dan pemerintah Suriah bubar dalam waktu satu setengah pekan.

Sebagian besar perabotan dan lampu dibungkus dengan plastik. Hanya sedikit pejabat asing yang mengunjungi Damaskus selama 14 tahun terakhir, jadi tidak perlu memamerkan lampu gantung itu.

Selain itu, Assad lebih menyukai Istana Kepresidenan yang lebih baru yang menghadap ibu kota dari Gunung Mezzeh, tempat para pemberontak mengusir orang-orang yang penasaran di gerbang.

Namun, Istana Al-Muhajireen telah menjadi objek wisata.

Abu Jihad, pejuang pemberontak berusia 20 tahun dari Hama, merebut Istana Ottoman itu pada Sabtu malam, beberapa jam setelah merebut Homs, kota ketiga Suriah yang berjarak 150 km ke utara.

"Semua penjaga telah melarikan diri, senjata dan seragam mereka tergeletak di lantai," ungkap dia kepada MEE.

Sekarang Abu Jihad adalah orang yang menjaga pintu masuk istana, mengantar keluarga-keluarga untuk melihat-lihat rumah Muhammad al-Abid, yang menjabat selama empat tahun (1932-1936) sebagai presiden selama Mandat Prancis.

Saat menaiki tangga menuju vila yang dinamai menurut nama imigran dari Kreta yang menetap di daerah tersebut menjelang akhir abad ke-19, Abu Jihad menceritakan bagaimana dia masuk pada Sabtu malam dan mendapati vila itu hampir kosong. Penduduk setempat sudah sampai di sana lebih dulu.

Feras, dokter gigi berusia 45 tahun, sedang mengambil gambar istrinya yang sedang duduk di kursi berhias.

“Saya tidak pernah menyangka akan menemukan kemewahan seperti ini di istana Assad,” ujar dia. “Namun, hal itu tidak membuat saya marah. Hal itu hanya menunjukkan bagaimana ia adalah seorang pencuri saat kami masih miskin.”

Baca juga: Di Mana 6 Juta Pengungsi Suriah Tersebar di Dunia?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!