Mengunjungi Rumah-rumah Keluarga Assad Bersama Warga Suriah yang Menyerbunya

Jum'at, 13 Desember 2024 - 18:45 WIB
"Jujur saja, itu mengerikan," Omar mengakui, meskipun dia terus mendesak masuk.

Dia melihat orang-orang turun tangga sambil membawa tumpukan pakaian dari kamar tidur. "Ada semua jenis sepatu yang dapat Anda bayangkan, Nike, Adidas, semuanya," ungkap dia.

Dia mengambil beberapa jaket untuk dirinya sendiri. "Saya harus membakarnya tetapi sulit, jaket itu sangat bagus," papar dia.

Barang-barang Desainer dan Buku-buku Rusia



Saat ini kamar tidur keluarga Assad adalah kuburan kotak-kotak pakaian desainer. Chanel di sini, Givenchy di sana, dan satu paket besar dari Aishti, department store mewah di Lebanon.

"Kami juga menemukan hadiah dari presiden lain, termasuk sepotong kiswah," ujar Omar, mengacu pada kain yang digunakan untuk menutupi Kakbah di Mekkah, meskipun dia tidak yakin apa yang terjadi pada kain itu pada akhirnya.

Tangga menuju ruang bawah tanah memperlihatkan jaringan terowongan. Satu diberi label mengarah ke barat, yang lain ke timur.

Dan yang ketiga membawa Anda ke rumah tetangga, sesuatu yang sedikit lebih modern, dengan patung-patung besi tempa yang digantung di langit-langit dan jendela besar yang menarik cahaya dari taman.

Di sinilah tampaknya anak-anak Assad tinggal. Teka-teki matematika terlihat di sepanjang garis buku latihan.

Sertifikat dari Olimpiade Robot Dunia menyatakan putra Bashar, Karim al-Assad, yang sekarang berusia 19 tahun, mengikuti program pelatihan robotika.

Hafez junior, pemuda berusia 23 tahun yang ditakdirkan mewarisi jabatan presiden sebelum semuanya hancur, menatap keluar dari foto kelas.

"Mereka memiliki sepotong kecil surga sementara semua orang kelaparan," ungkap Omar.

Di sebelah rumah ini terdapat satu gedung tempat para diplomat Rusia tinggal. Mereka telah lama pergi, tetapi dua kucing abu-abu gemuk menyambut siapa pun yang datang melalui pintu masuk, sambil mengendus-endus kotak amunisi.

Abu Jassim, pejuang yang menjadikan lorong sebagai kamar tidurnya, mengatakan para pemberontak memberi makan kucing-kucing terlantar itu, tetapi belum memberi mereka nama.

Para pemberontak Suriah berjanji kepada Rusia bahwa mereka akan melindungi kedutaan dan pangkalan militernya.

Banyak berkas masih ada di lemari mereka, tetapi rak-rak buku berlabel "sastra Rusia" dan "karya klasik asing" telah dikosongkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!