Lawan Pemakzulan, Presiden Korea Selatan Bersumpah Berjuang sampai Akhir
Kamis, 12 Desember 2024 - 19:01 WIB
Keputusan memberlakukan darurat militer dibatalkan setelah kurang dari enam jam, karena anggota parlemen memberikan suara menentangnya dan ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes.
Yoon saat ini dilarang meninggalkan negara itu setelah polisi meluncurkan penyelidikan terhadapnya atas kemungkinan pemberontakan.
Presiden kembali menuduh para pesaing politiknya dari oposisi utama Partai Demokrat (DP) "berpihak" pada Korea Utara (Korut) di tengah pengembangan program nuklir, ancaman rudal, dan peluncuran balon sampah ke Korea Selatan oleh Pyongyang.
"Saya tidak tahu partai itu berasal dari negara mana dan Majelis Nasional berasal dari negara mana," tegas Yoon.
Menurut dia, oposisi sekarang "menciptakan banyak hasutan palsu untuk menjatuhkan presiden dengan menciptakan kejahatan pengkhianatan."
Presiden juga meminta maaf kepada warga Korea Selatan yang "mungkin terkejut dan gugup karena darurat militer yang berlaku singkat" dan meyakinkan mereka tentang "kesetiaannya yang besar" kepada mereka.
Yoon saat ini dilarang meninggalkan negara itu setelah polisi meluncurkan penyelidikan terhadapnya atas kemungkinan pemberontakan.
Presiden kembali menuduh para pesaing politiknya dari oposisi utama Partai Demokrat (DP) "berpihak" pada Korea Utara (Korut) di tengah pengembangan program nuklir, ancaman rudal, dan peluncuran balon sampah ke Korea Selatan oleh Pyongyang.
"Saya tidak tahu partai itu berasal dari negara mana dan Majelis Nasional berasal dari negara mana," tegas Yoon.
Menurut dia, oposisi sekarang "menciptakan banyak hasutan palsu untuk menjatuhkan presiden dengan menciptakan kejahatan pengkhianatan."
Presiden juga meminta maaf kepada warga Korea Selatan yang "mungkin terkejut dan gugup karena darurat militer yang berlaku singkat" dan meyakinkan mereka tentang "kesetiaannya yang besar" kepada mereka.
Lihat Juga :