Pangeran Arab Saudi: Israel Lakukan Genosida di Gaza, Seret Netanyahu ke ICC!
Minggu, 08 Desember 2024 - 09:41 WIB
”Israel saat ini, menurut kelompok hak asasi manusia internasional, bukan hanya negara kolonial apartheid, tetapi juga negara yang melakukan genosida," kata Pangeran Turki.
"Israel melakukan genosida terhadap rakyat Gaza,” lanjut dia, yang dilansir New Arab, Minggu (8/12/2024).
“Sudah saatnya bagi dunia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa mereka yang didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional ke pengadilan,” imbuh Pangeran Turki, mengacu pada Netanyahu dan pejabat rezim Zionis lainnya.
ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Gallant bulan lalu atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.
Penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, juga menuduh Israel melakukan genosida pada pertemuan puncak gabungan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam di Riyadh bulan lalu.
Amnesty International melontarkan tuduhan yang sama pekan ini dalam sebuah laporan baru yang ditolak oleh Israel dengan meyebutnya sebagai “tuduhan yang dibuat-buat” dan "berdasarkan kebohongan".
"Israel melakukan genosida terhadap rakyat Gaza,” lanjut dia, yang dilansir New Arab, Minggu (8/12/2024).
“Sudah saatnya bagi dunia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membawa mereka yang didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional ke pengadilan,” imbuh Pangeran Turki, mengacu pada Netanyahu dan pejabat rezim Zionis lainnya.
ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Gallant bulan lalu atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.
Penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, juga menuduh Israel melakukan genosida pada pertemuan puncak gabungan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam di Riyadh bulan lalu.
Amnesty International melontarkan tuduhan yang sama pekan ini dalam sebuah laporan baru yang ditolak oleh Israel dengan meyebutnya sebagai “tuduhan yang dibuat-buat” dan "berdasarkan kebohongan".
Lihat Juga :