Miliarder Ukraina Ini Tuduh Presiden Zelensky Mencuri Perusahaannya

Senin, 02 Desember 2024 - 08:28 WIB
Kolomoisky telah dipenjara sejak September 2023, dan mengeklaim bahwa nasionalisasi itu merupakan langkah terencana oleh Zelensky untuk menyingkirkannya sebagai saingan dan mendapatkan kendali atas bisnisnya.

Sebagai salah satu pemilik konglomerat Privat Group, Kolomoisky pernah menjadi tokoh berpengaruh di sektor bisnis dan media Ukraina.

Dia menuduh otoritas Kyiv menggunakan kebutuhan angkatan bersenjata sebagai alasan untuk mencapai tujuan mereka menguasai dua raksasa minyak miliknya.

“Keputusan untuk mengalihkan saham tidak dibuat oleh komando militer,” ungkapnya.

“Kantor presiden menggunakan militer untuk mencapai tujuannya, yaitu penyitaan paksa," lanjut dia.

Pengusaha tersebut juga berbicara tentang kampanye pemerasan yang diduga dialaminya pada tahun 2022, ketika Wakil Kepala Kantor Presiden saat itu, Rostyslav Shurma, diduga menyarankan agar dia secara sukarela melepaskan sahamnya sebagai imbalan atas penyelesaian pertempuran hukumnya yang sedang berlangsung dengan otoritas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!