3 Dosa Besar Arthur James Balfour Terhadap Rakyat Palestina, Salah Satunya Dalang di Balik Konflik Timur Tengah
Rabu, 20 November 2024 - 15:30 WIB
Perjanjian ini dibuat selama Perang Dunia I (1914-1918) dan termasuk dalam ketentuan Mandat Inggris untuk Palestina setelah bubarnya Kekaisaran Ottoman.
Sistem ini memindahkan kekuasaan dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh negara-negara yang kalah dalam perang yaitu Jerman , Austria-Hongaria, Kekaisaran Ottoman, dan Bulgaria kepada negara-negara pemenang.
Tujuan yang dinyatakan dari sistem mandat adalah untuk memungkinkan pemenang perang untuk mengelola negara-negara bagian yang baru muncul hingga mereka dapat merdeka.
Baca Juga: Biadab! Tentara Israel Kencingi Alquran saat Menyerbu Rumah di Gaza
Pada awal mandat tersebut, Inggris mulai memfasilitasi imigrasi orang-orang Yahudi Eropa ke Palestina. Antara tahun 1922 dan 1935, populasi Yahudi meningkat dari sembilan persen menjadi hampir 27 persen dari total populasi.
Deklarasi tersebut secara langsung membuat Palestina akan berada di bawah pendudukan Inggris dan orang-orang Arab Palestina yang tinggal di sana tidak akan memperoleh kemerdekaan.
Sistem ini memindahkan kekuasaan dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh negara-negara yang kalah dalam perang yaitu Jerman , Austria-Hongaria, Kekaisaran Ottoman, dan Bulgaria kepada negara-negara pemenang.
Tujuan yang dinyatakan dari sistem mandat adalah untuk memungkinkan pemenang perang untuk mengelola negara-negara bagian yang baru muncul hingga mereka dapat merdeka.
Baca Juga: Biadab! Tentara Israel Kencingi Alquran saat Menyerbu Rumah di Gaza
2. Mengusir Warga Palestina dari Tanah Mereka
Namun, kasus Palestina adalah kasus yang unik. Tidak seperti mandat pascaperang lainnya, tujuan utama Mandat Inggris di sana adalah untuk menciptakan kondisi bagi pembentukan "rumah nasional" Yahudi.Pada awal mandat tersebut, Inggris mulai memfasilitasi imigrasi orang-orang Yahudi Eropa ke Palestina. Antara tahun 1922 dan 1935, populasi Yahudi meningkat dari sembilan persen menjadi hampir 27 persen dari total populasi.
Deklarasi tersebut secara langsung membuat Palestina akan berada di bawah pendudukan Inggris dan orang-orang Arab Palestina yang tinggal di sana tidak akan memperoleh kemerdekaan.
Lihat Juga :