Siapa John Ratcliffe? Calon Direktur CIA Pilihan Trump yang Agresif terhadap China dan Iran

Senin, 18 November 2024 - 16:45 WIB
Melansir Business Standard, pencalonan Ratcliffe telah menerima pujian dari anggota parlemen utama. Perwakilan Mike Turner, ketua Komite Intelijen DPR, mengatakan Ratcliffe akan membantu mengatasi ancaman dari negara-negara seperti China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.

3. Memiliki Masa Lalu yang Kontroversial

Ratcliffe menghadapi tantangan saat pertama kali dicalonkan menjadi direktur intelijen nasional. Para senator awalnya ragu untuk mengonfirmasinya, menganggapnya terlalu bias secara politik, dan ia menarik pencalonannya. Trump kemudian menunjuk Richard Grenell, pendukung setia dengan sedikit pengalaman intelijen, sebagai penjabat direktur. Saat nama Ratcliffe diajukan lagi, para senator menganggapnya sebagai pilihan yang lebih dapat diterima.

Sebagai direktur intelijen nasional, Ratcliffe mengungkap upaya campur tangan asing, seperti upaya Iran untuk memengaruhi pemilih di Florida dan upaya China untuk melemahkan pemilihan kembali Trump tahun 2020. Ia juga menunjukkan upaya Rusia untuk merugikan kampanye Joe Biden. Fokusnya pada China sebagai ancaman yang berkembang memicu perdebatan dalam komunitas intelijen.

Baca Juga: 4 Alasan AS Takut dengan Rusia, Salah Satunya Memiliki Senjata Nuklir yang Modern dan Beragam

4. Mampu Menyeimbangkan Transparansi dan Keamanan

Selama masa jabatannya, Ratcliffe mendeklasifikasi beberapa dokumen atas permintaan Trump. Informasi ini mencakup analisis Rusia terhadap strategi kampanye Hillary Clinton tahun 2016 dan panggilan telepon yang dilakukan oleh pensiunan Letnan Jenderal Michael Flynn sebelum ia menjadi penasihat keamanan nasional pertama Trump. Sementara para kritikus menuduh Ratcliffe bersikap partisan, ia juga menunjukkan batasan, berpihak pada CIA dalam beberapa isu sensitif dan menolak untuk merilis materi tertentu.

5. Memiliki Banyak Tantangan yang Akan Dihadapi Ratcliffe

Melansir Business Standard, pencalonan Ratcliffe kemungkinan akan memicu kembali diskusi tentang kesetiaannya kepada Trump dan perannya dalam menangani intelijen. Namun, pengalaman dan independensinya yang kadang-kadang dapat membantunya mendapatkan konfirmasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!