Zelensky Murka Putin dan Kanselir Jerman Scholz Bahas Ukraina
Sabtu, 16 November 2024 - 17:07 WIB
Pendapat Kremlin tentang panggilan tersebut mencatat Putin menjelaskan akar penyebab konflik kepada Scholz dan mengatakan Moskow tetap terbuka untuk melanjutkan pembicaraan yang dihentikan Kiev.
Putin mengatakan persyaratan Rusia "sudah diketahui" dan diuraikan dalam pidatonya pada bulan Juni.
“Kemungkinan kesepakatan harus mempertimbangkan kepentingan Federasi Rusia di bidang keamanan, berangkat dari realitas teritorial baru, dan yang terpenting menghilangkan akar penyebab konflik,” ujar Kremlin.
Panggilan telepon tersebut, yang pertama sejak Desember 2022, telah dipersiapkan selama beberapa pekan dan “dikoordinasikan secara erat” dengan AS, Inggris, Prancis, dan anggota G7 lainnya, Der Spiegel melaporkan pada hari Jumat.
Panggilan telepon tersebut sengaja dijadwalkan setelah pemilu presiden AS tetapi sebelum KTT G20 di Brasil, yang seharusnya dihadiri Scholz pada hari Minggu.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov diperkirakan akan mewakili Rusia pada pertemuan tersebut, yang tidak mengundang Zelensky.
Baca juga: Muslim AS yang Pilih Trump Kecewa dengan Pilihan Kabinetnya yang Pro-Israel
Putin mengatakan persyaratan Rusia "sudah diketahui" dan diuraikan dalam pidatonya pada bulan Juni.
“Kemungkinan kesepakatan harus mempertimbangkan kepentingan Federasi Rusia di bidang keamanan, berangkat dari realitas teritorial baru, dan yang terpenting menghilangkan akar penyebab konflik,” ujar Kremlin.
Panggilan telepon tersebut, yang pertama sejak Desember 2022, telah dipersiapkan selama beberapa pekan dan “dikoordinasikan secara erat” dengan AS, Inggris, Prancis, dan anggota G7 lainnya, Der Spiegel melaporkan pada hari Jumat.
Panggilan telepon tersebut sengaja dijadwalkan setelah pemilu presiden AS tetapi sebelum KTT G20 di Brasil, yang seharusnya dihadiri Scholz pada hari Minggu.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov diperkirakan akan mewakili Rusia pada pertemuan tersebut, yang tidak mengundang Zelensky.
Baca juga: Muslim AS yang Pilih Trump Kecewa dengan Pilihan Kabinetnya yang Pro-Israel
(sya)
Lihat Juga :