Andai Rusia Tak Punya Senjata Nuklir, NATO Akan Kerahkan Tentara Bantu Ukraina
Senin, 11 November 2024 - 09:41 WIB
Pada bulan Februari, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak untuk mengesampingkan pengiriman tentara Barat ke Ukraina. Pernyataan tersebut dengan cepat diremehkan oleh negara-negara NATO lainnya, dan sekretaris jenderal aliansi saat itu, Jens Stoltenberg, mengatakan tidak mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke medan perang.
Presiden AS Joe Biden secara konsisten mengatakan tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Ukraina.
Aliansi tersebut menyatakan mendukung Ukraina, tetapi tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Negara-negara NATO, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di Afghanistan dan Irak tak lama setelah pergantian abad, sangat enggan untuk membicarakan masalah pengerahan pasukan darat mereka sendiri di Ukraina.
Kyiv menyatakan tidak meminta pasukan kepada para pendukungnya, hanya bantuan militer.
"Jika Anda berperang di Afghanistan, itu tidak sama dengan memerangi Rusia di Ukraina, karena Taliban tidak memiliki senjata nuklir, kata Bauer.
"Ada perbedaan besar antara Afghanistan dan Ukraina," paparnya.
Presiden AS Joe Biden secara konsisten mengatakan tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Ukraina.
Aliansi tersebut menyatakan mendukung Ukraina, tetapi tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Negara-negara NATO, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di Afghanistan dan Irak tak lama setelah pergantian abad, sangat enggan untuk membicarakan masalah pengerahan pasukan darat mereka sendiri di Ukraina.
Kyiv menyatakan tidak meminta pasukan kepada para pendukungnya, hanya bantuan militer.
"Jika Anda berperang di Afghanistan, itu tidak sama dengan memerangi Rusia di Ukraina, karena Taliban tidak memiliki senjata nuklir, kata Bauer.
"Ada perbedaan besar antara Afghanistan dan Ukraina," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :