AS Dianggap Dorong Perang Besar antara Ukraina dan Korea Utara
Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:01 WIB
Kantor Berita Yonhap Korea Selatan mengatakan Seoul tidak akan mengirim peluru 155mm ke Ukraina, mengutip sumber di kantor Presiden Yoon Suk-yeol.
Sepekan sebelumnya, seorang pejabat kepresidenan Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya dikutip oleh Reuters mengatakan kepada wartawan, "Kami akan mempertimbangkan untuk memasok senjata untuk tujuan pertahanan sebagai bagian dari skenario langkah demi langkah, dan jika tampaknya mereka bertindak terlalu jauh, kami mungkin juga mempertimbangkan penggunaan ofensif."
Korea Selatan akan mengirim delegasi intelijen untuk memantau efektivitas militer pasukan Korea Utara.
Ada juga kehati-hatian di antara teman-teman Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan puncak BRICS di Kazan pekan lalu, dalam upaya menunjukkan Rusia memiliki dukungan di dunia.
Namun, Deklarasi Kazan, yang ditandatangani China, India, Brasil, dan negara-negara lain, menekankan, “Penyelesaian konflik secara damai, sesuai dengan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB."
Sepekan sebelumnya, seorang pejabat kepresidenan Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya dikutip oleh Reuters mengatakan kepada wartawan, "Kami akan mempertimbangkan untuk memasok senjata untuk tujuan pertahanan sebagai bagian dari skenario langkah demi langkah, dan jika tampaknya mereka bertindak terlalu jauh, kami mungkin juga mempertimbangkan penggunaan ofensif."
Korea Selatan akan mengirim delegasi intelijen untuk memantau efektivitas militer pasukan Korea Utara.
Ada juga kehati-hatian di antara teman-teman Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan puncak BRICS di Kazan pekan lalu, dalam upaya menunjukkan Rusia memiliki dukungan di dunia.
Namun, Deklarasi Kazan, yang ditandatangani China, India, Brasil, dan negara-negara lain, menekankan, “Penyelesaian konflik secara damai, sesuai dengan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB."
Lihat Juga :