Lebih dari 100 Negara Berani Melawan Israel
Minggu, 13 Oktober 2024 - 15:02 WIB
"Di Timur Tengah, hal ini dapat menunda berakhirnya semua permusuhan dan menghambat pembentukan jalur yang kredibel menuju solusi dua negara," kata surat itu, seraya menambahkan bahwa pekerjaan Guterres "tetap penting untuk memastikan dialog, memfasilitasi upaya kemanusiaan, dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia."
Para penandatangan menegaskan kembali "dukungan penuh dan kepercayaan" mereka pada Guterres dan komitmennya untuk "perdamaian dan keamanan" dan untuk "mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional," menyerukan "dialog yang bermakna" untuk mengakhiri permusuhan dan mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, membela keputusan untuk memasukkan Guterres ke dalam daftar hitam, dengan mengklaim bahwa hal itu didorong oleh "perilaku antisemit dan anti-Israel" yang berulang dan tidak akan dibatalkan.
"Guterres dapat terus berupaya mengumpulkan tanda tangan dukungannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi keputusannya tidak akan berubah," kata Katz pada X pada hari Sabtu.
Para penandatangan menegaskan kembali "dukungan penuh dan kepercayaan" mereka pada Guterres dan komitmennya untuk "perdamaian dan keamanan" dan untuk "mempromosikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional," menyerukan "dialog yang bermakna" untuk mengakhiri permusuhan dan mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, membela keputusan untuk memasukkan Guterres ke dalam daftar hitam, dengan mengklaim bahwa hal itu didorong oleh "perilaku antisemit dan anti-Israel" yang berulang dan tidak akan dibatalkan.
"Guterres dapat terus berupaya mengumpulkan tanda tangan dukungannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi keputusannya tidak akan berubah," kata Katz pada X pada hari Sabtu.
(ahm)
Lihat Juga :