Ratusan Tentara Israel Menolak Dikirim ke Medan Perang, Berikut 3 Motifnya

Rabu, 09 Oktober 2024 - 23:55 WIB

2. Ingin Sandera Kembali Hidup-hidup

Saat mengeluarkan ultimatum, para prajurit tersebut berkata: “Kami, yang bertugas dan telah bertugas dengan penuh dedikasi dan sambil mempertaruhkan nyawa kami, dengan ini mengumumkan bahwa jika pemerintah tidak segera mengubah arah dan berupaya mencapai kesepakatan untuk membawa para sandera pulang, kami tidak akan dapat melanjutkan tugas.”

Surat tersebut selanjutnya memperingatkan bahwa bagi sebagian orang, "garis merah telah dilintasi." Sementara bagi yang lain, "garis merah itu semakin dekat," dengan menambahkan bahwa "Harinya semakin dekat ketika kita, dengan hati yang hancur, akan berhenti bertugas."

3. Mewujudkan Gencatan Senjata

Penolakan untuk bertugas di ketentaraan terjadi setelah Israel menolak kesepakatan gencatan senjata demi melanjutkan genosida di Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menggagalkan negosiasi dengan menambahkan syarat-syarat baru untuk gencatan senjata, seperti desakannya untuk mempertahankan pasukan pendudukan di Koridor Philadelphia di perbatasan antara Gaza dan Mesir.

Israel juga telah membunuh sejumlah sandera dan memperluas agresi militernya di seluruh wilayah, membom Tepi Barat yang diduduki secara ilegal, Yaman, Iran, Suriah, dan Lebanon, tempat satu juta orang telah mengungsi. Para kritikus mengatakan bahwa Israel menginginkan perang regional untuk memulangkan sandera-sanderanya sendiri.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!