Ratusan Tentara Israel Menolak Dikirim ke Medan Perang, Berikut 3 Motifnya
Rabu, 09 Oktober 2024 - 23:55 WIB
Ratusan tentara Israel menoilak dikirim ke medan perang. Foto/IDF
GAZA - Seratus tiga puluh tentara Israel telah menyatakan bahwa mereka akan menolak bertugas di tentara pendudukan kecuali rezim sayap kanan di Tel-Aviv secara aktif mengejar kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata di Gaza.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kritik internal terhadap penanganan pemerintah Netanyahu terhadap genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi regional.
“Sekarang jelas bahwa melanjutkan perang di Gaza tidak hanya menunda kepulangan para sandera dari penahanan, tetapi juga membahayakan nyawa mereka,” kata para penandatangan surat tersebut.
“Banyak sandera yang terbunuh oleh serangan IDF, jauh lebih banyak daripada mereka yang diselamatkan dalam operasi militer untuk menyelamatkan mereka.”
Baca Juga: 1 Tahun Dibombardir Israel, Gaza Mengalami Kerugian hingga Rp496 Triliun
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kritik internal terhadap penanganan pemerintah Netanyahu terhadap genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi regional.
Ratusan Tentara Israel Menolak Dikirim ke Medan Perang, Berikut 3 Motifnya
1. Tak Ingin Mati Sia-sia di Tangan Hizbullah dan Hamas
Menurut Haaretz, para prajurit telah mengirim surat kepada menteri kabinet dan kepala staf angkatan darat. Para penandatangan surat tersebut meliputi para prajurit cadangan dan wajib militer di berbagai cabang militer, termasuk Korps Lapis Baja, Korps Artileri, Komando Front Dalam Negeri, angkatan udara, dan angkatan laut.“Sekarang jelas bahwa melanjutkan perang di Gaza tidak hanya menunda kepulangan para sandera dari penahanan, tetapi juga membahayakan nyawa mereka,” kata para penandatangan surat tersebut.
“Banyak sandera yang terbunuh oleh serangan IDF, jauh lebih banyak daripada mereka yang diselamatkan dalam operasi militer untuk menyelamatkan mereka.”
Baca Juga: 1 Tahun Dibombardir Israel, Gaza Mengalami Kerugian hingga Rp496 Triliun
Lihat Juga :