Sekjen PBB Mengecam Iran setelah Israel Murka
Kamis, 03 Oktober 2024 - 19:16 WIB
Dia menegaskan, "Siklus kekerasan balasan yang mematikan ini harus dihentikan. Waktu hampir habis.”
Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengecam sekjen PBB karena gagal “mengutuk dengan tegas serangan keji Iran” dan mengklaim Guterres belum mengecam Hamas pada 7 Oktober, atau menyatakan kelompok Palestina itu sebagai organisasi teroris.
Katz kemudian menuduh Guterres sebagai “noda dalam sejarah PBB” dan mendukung Hamas, Hizbullah, Houthi Yaman, dan Iran.
“PBB tidak mengakui konsep persona non grata bagi stafnya,” papar juru bicara sekretaris jenderal Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan pada Rabu.
Dia menggambarkan pengumuman Israel itu sebagai politis dan “hanya satu serangan lagi, boleh dibilang, terhadap staf PBB.”
Amerika Serikat (AS) dan Rusia bersatu dalam kritik terhadap langkah Israel itu. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengkritik pengumuman Israel itu selama pengarahan harian, dengan mengatakan langkah-langkah seperti itu “tidak produktif” atau membantu kedudukan rezim kolonial Zionis di mata dunia.
Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengecam sekjen PBB karena gagal “mengutuk dengan tegas serangan keji Iran” dan mengklaim Guterres belum mengecam Hamas pada 7 Oktober, atau menyatakan kelompok Palestina itu sebagai organisasi teroris.
Katz kemudian menuduh Guterres sebagai “noda dalam sejarah PBB” dan mendukung Hamas, Hizbullah, Houthi Yaman, dan Iran.
“PBB tidak mengakui konsep persona non grata bagi stafnya,” papar juru bicara sekretaris jenderal Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan pada Rabu.
Dia menggambarkan pengumuman Israel itu sebagai politis dan “hanya satu serangan lagi, boleh dibilang, terhadap staf PBB.”
Amerika Serikat (AS) dan Rusia bersatu dalam kritik terhadap langkah Israel itu. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengkritik pengumuman Israel itu selama pengarahan harian, dengan mengatakan langkah-langkah seperti itu “tidak produktif” atau membantu kedudukan rezim kolonial Zionis di mata dunia.
Lihat Juga :