3 Negara Pendukung Hizbullah untuk Terus Menggempur Israel
Jum'at, 27 September 2024 - 15:59 WIB
Berkaca pada hal tersebut, tak mengherankan jika Hizbullah kini dikenal sebagai kelompok pejuang dengan persenjataan terbesar di dunia. Keberadaannya pun dianggap sebagai ancaman oleh Israel dan para sekutunya di Barat.
Saat ini, Iran dan Hizbullah tetap mempertahankan hubungan yang erat dan saling mendukung satu sama lain dalam berbagai konflik.
Bahkan, jika sampai terjadi perang besar-besaran dengan Israel, Teheran tetap akan memberi dukungan seperti biasanya.
Berikutnya ada Suriah. Meski tidak sebesar Iran, negara ini tetap menjadi sekutu strategis Hizbullah di Timur Tengah.
Biasanya, kontribusi Suriah ini sebagai jalur penghubung antara Iran dan Hizbullah dalam mengirimkan senjata atau bantuan lainnya ke Lebanon.
Maka dari itu, tak heran jika Israel juga sering menyerang wilayah Suriah karena tujuannya untuk menghentikan pengiriman senjata dari Teheran menuju Beirut.
Melihat ke belakang, Suriah dan Hizbullah juga pernah berada di pihak yang sama ketika perang sipil meletus pada 2011.
Waktu itu, kelompok ini mengirimkan ribuan pejuangnya untuk membantu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan pemberontak yang didukung negara-negara Barat dan Arab.
Saat ini, Iran dan Hizbullah tetap mempertahankan hubungan yang erat dan saling mendukung satu sama lain dalam berbagai konflik.
Bahkan, jika sampai terjadi perang besar-besaran dengan Israel, Teheran tetap akan memberi dukungan seperti biasanya.
2. Suriah
Berikutnya ada Suriah. Meski tidak sebesar Iran, negara ini tetap menjadi sekutu strategis Hizbullah di Timur Tengah.
Biasanya, kontribusi Suriah ini sebagai jalur penghubung antara Iran dan Hizbullah dalam mengirimkan senjata atau bantuan lainnya ke Lebanon.
Maka dari itu, tak heran jika Israel juga sering menyerang wilayah Suriah karena tujuannya untuk menghentikan pengiriman senjata dari Teheran menuju Beirut.
Melihat ke belakang, Suriah dan Hizbullah juga pernah berada di pihak yang sama ketika perang sipil meletus pada 2011.
Waktu itu, kelompok ini mengirimkan ribuan pejuangnya untuk membantu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melawan pemberontak yang didukung negara-negara Barat dan Arab.
Lihat Juga :