Tidak Ada Gencatan Senjata di Gaza sebelum Pemilu AS

Sabtu, 21 September 2024 - 21:51 WIB
Enam sandera tewas di Gaza bulan lalu, dan ribuan anggota Hizbullah mendapat serangan dengan bom pager di Lebanon pekan ini semakin membahayakan kesepakatan tersebut, menurut sumber-sumber AS dan Arab kepada surat kabar tersebut.

"Tidak ada peluang untuk mewujudkannya sekarang," ujar seorang pejabat dari negara Arab. "Semua orang menunggu dan melihat hingga setelah pemilihan. Hasilnya akan menentukan apa yang dapat terjadi dalam pemerintahan berikutnya."

Di bawah tekanan dari kaum progresif pro-Palestina dalam partainya, Biden telah berjanji selama berbulan-bulan untuk melakukan gencatan senjata.

"Kita lebih dekat dari sebelumnya dengan kesepakatan,” ujar dia pada Agustus, seraya menambahkan pemerintahannya terlibat dalam "upaya intensif untuk menyelesaikan perjanjian ini."

Anggota lain dari pemerintahan Biden telah mengeluarkan pernyataan optimis yang serupa, dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengklaim dua pekan lalu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui "lebih dari 90%" dari rancangan kesepakatan.

Meskipun Israel baru-baru ini meningkatkan eskalasi terhadap Hizbullah, juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa, "Kami tidak percaya bahwa kesepakatan akan gagal."

Seorang pejabat senior Israel mengklaim pada Kamis bahwa mereka siap mengakhiri operasinya di Gaza dan menawarkan jalan keluar yang aman dari daerah kantong itu bagi pemimpin Hamas Yahya Sinwar, sebagai imbalan bagi para pejuang untuk membebaskan semua sandera yang tersisa sekaligus dan meletakkan senjata mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!