Israel Bujuk 30.000 Pengungsi Afrika Gabung Genosida di Gaza dengan Imbalan Status Menetap
Senin, 16 September 2024 - 18:45 WIB
Ada sekitar 30.000 pencari suaka asal benua Afrika di Israel. Mereka menghadapi tekanan yang semakin besar dari politisi anti-imigran, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang secara teratur menyebut mereka sebagai "penyusup".
Seorang pria yang diwawancarai Haaretz, yang akhirnya memilih untuk tidak mendaftar, menceritakan dia didekati seorang pejabat keamanan Israel untuk bergabung dalam perang genosida di Gaza.
Pejabat Israel itu menjelaskan setelah masa pelatihan dua pekan, dia akan ditempatkan bersama para pencari suaka lainnya.
"Saya bertanya, 'Apa yang saya dapatkan?' meskipun saya tidak benar-benar mencari apa pun," ujar pria yang diidentifikasi sebagai A.
"Tetapi kemudian dia berkata kepada saya: 'Jika Anda pergi ke sini, Anda dapat menerima dokumen dari Negara Israel.' Dia meminta saya untuk mengirimkan fotokopi identitas saya dan berkata dia akan mengurus semua ini," papar pria itu.
Menurut Haaretz, tidak ada pencari suaka yang berpartisipasi dalam perang yang telah diberi status resmi sejauh ini, dan sumber pertahanan mengatakan masalah etika seputar perekrutan pencari suaka belum ditangani.
Seorang pria yang diwawancarai Haaretz, yang akhirnya memilih untuk tidak mendaftar, menceritakan dia didekati seorang pejabat keamanan Israel untuk bergabung dalam perang genosida di Gaza.
Pejabat Israel itu menjelaskan setelah masa pelatihan dua pekan, dia akan ditempatkan bersama para pencari suaka lainnya.
"Saya bertanya, 'Apa yang saya dapatkan?' meskipun saya tidak benar-benar mencari apa pun," ujar pria yang diidentifikasi sebagai A.
"Tetapi kemudian dia berkata kepada saya: 'Jika Anda pergi ke sini, Anda dapat menerima dokumen dari Negara Israel.' Dia meminta saya untuk mengirimkan fotokopi identitas saya dan berkata dia akan mengurus semua ini," papar pria itu.
Menurut Haaretz, tidak ada pencari suaka yang berpartisipasi dalam perang yang telah diberi status resmi sejauh ini, dan sumber pertahanan mengatakan masalah etika seputar perekrutan pencari suaka belum ditangani.
Lihat Juga :