Apakah Rusia dan Korea Utara Bersahabat?

Senin, 16 September 2024 - 19:10 WIB
Baca Juga: 6 Fakta Upaya Pembunuhan Donald Trump di Florida, Tersangka Dikenal Pro-Palestina

3. Kerja Sama di Berbagai Bidang

Rusia menganggap "sangat penting" untuk memperkuat hubungan Rusia-Korea di semua bidang, kata Putin, seraya mencatat bahwa pada tahun 2023 omzet perdagangan antara kedua negara meningkat sembilan kali lipat, dan selama lima bulan tahun ini meningkat sebesar 54%.

Rusia dan Korea menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan tidak menerima "bahasa pemerasan dan dikte," menentang "sanksi dan pembatasan yang bermotif politik, yang merusak sistem politik dan ekonomi global," tegas Putin.

Pemimpin Rusia berjanji untuk melawan praktik "pencekikan sanksi," dengan alasan bahwa itu adalah "alat yang digunakan Barat untuk mempertahankan hegemoninya."

"Dalam konteks ini, saya ingin mencatat bahwa rezim pembatasan tak terbatas Dewan Keamanan PBB terhadap DPRK, yang diilhami oleh Amerika Serikat dan sekutunya, harus ditinjau ulang," katanya.

Putin berpendapat bahwa ketegangan di Asia Timur Laut dipicu oleh perluasan infrastruktur militer di kawasan tersebut, "yang disertai dengan peningkatan signifikan dalam skala dan intensitas berbagai latihan militer yang melibatkan Republik Korea dan Jepang," negara-negara yang "bermusuhan" dengan Korea Utara.

"Upaya untuk meminta pertanggungjawaban Republik Rakyat Demokratik Korea atas memburuknya situasi tersebut sama sekali tidak dapat diterima. Pyongyang berhak mengambil tindakan yang wajar untuk memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri, memastikan keamanan nasional, dan melindungi kedaulatan," tegasnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!