Ibu Emir Qatar Tampar Dunia soal Israel: Kami Mengecewakan Kalian, Anak-anak Gaza
Jum'at, 13 September 2024 - 08:44 WIB
"Dan sudah terlalu lama, dunia menutup mata. Keheningan bukan hanya keterlibatan; ini adalah pengkhianatan," lanjut dia, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (12/9/2024).
Pernyataannya muncul saat Gaza terus menderita di bawah blokade yang telah membuat jutaan warga Palestina sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sheikha Moza meminta para pemimpin dunia, organisasi internasional, dan masyarakat sipil untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai "penindasan sistemik dan penghapusan yang disengaja" terhadap rakyat Palestina.
"Dunia berjanji 'Tidak Akan Pernah Terulang' setelah kengerian abad ke-20. Namun, di sinilah kita, menyaksikan tragedi lain terungkap, tanpa akuntabilitas," katanya, sambil membandingkan situasi terkini di Gaza dengan kekejaman historis yang dikecam dunia.
Sheikha Moza, yang telah lama memperjuangkan hak-hak populasi rentan melalui inisiatif pendidikannya, secara khusus menekankan dampak yang menghancurkan pada anak-anak Palestina.
"Ini bukan sekadar statistik atau korban. Mereka adalah anak-anakâyang dirampas masa kecil, impian, dan masa depan mereka. Kita telah mengecewakan mereka," imbuh dia.
Pernyataannya muncul saat Gaza terus menderita di bawah blokade yang telah membuat jutaan warga Palestina sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sheikha Moza meminta para pemimpin dunia, organisasi internasional, dan masyarakat sipil untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai "penindasan sistemik dan penghapusan yang disengaja" terhadap rakyat Palestina.
"Dunia berjanji 'Tidak Akan Pernah Terulang' setelah kengerian abad ke-20. Namun, di sinilah kita, menyaksikan tragedi lain terungkap, tanpa akuntabilitas," katanya, sambil membandingkan situasi terkini di Gaza dengan kekejaman historis yang dikecam dunia.
Sheikha Moza, yang telah lama memperjuangkan hak-hak populasi rentan melalui inisiatif pendidikannya, secara khusus menekankan dampak yang menghancurkan pada anak-anak Palestina.
"Ini bukan sekadar statistik atau korban. Mereka adalah anak-anakâyang dirampas masa kecil, impian, dan masa depan mereka. Kita telah mengecewakan mereka," imbuh dia.
Lihat Juga :