Rusia Bakal Ubah Doktrin Nuklir karena Peran Barat dalam Perang Ukraina

Senin, 02 September 2024 - 07:29 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan operasi itu mengolok-olok “garis merah” Putin.

Dia juga melobi keras agar AS mengizinkannya menggunakan senjata Barat yang canggih untuk menyerang target jauh di dalam Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu bahwa Barat bertindak terlalu jauh dan bahwa Rusia akan melakukan segalanya untuk melindungi kepentingannya.

Ryabkov tidak mengatakan kapan doktrin nuklir yang diperbarui akan siap. "Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah pertanyaan yang agak sulit, mengingat bahwa kami berbicara tentang aspek terpenting untuk memastikan keamanan nasional kami," katanya.

Rusia memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain.

Putin mengatakan pada bulan Maret bahwa Moskow siap menghadapi kemungkinan perang nuklir "dari sudut pandang militer-teknis."

Namun, dia mengatakan bahwa dia tidak melihat adanya tergesa-gesa menuju konfrontasi nuklir dan bahwa Rusia tidak pernah menghadapi kebutuhan untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!