Ban Pesawat Meledak, Potongan Logamnya Beterbangan Seperti Misil dan Menewaskan 2 Orang

Rabu, 28 Agustus 2024 - 15:25 WIB
Boeing telah menghadapi pengawasan yang lebih ketat dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai cacat yang ditemukan pada pesawatnya, yang menyebabkan masalah keselamatan dan penyelidikan. Baru-baru ini, Boeing menghentikan uji terbang jetliner 777X-nya setelah inspeksi mengungkapkan kegagalan pada bagian-bagian penting dari tiga dari empat pesawat uji.

Bulan lalu, Departemen Kehakiman AS mengajukan kesepakatan pembelaan dalam kasus terhadap Boeing, yang menandai tahap akhir dari kisah hukum panjang yang melibatkan kematian dua whistleblower.

Boeing telah setuju untuk mengaku bersalah atas tuduhan penipuan karena menyesatkan regulator AS dan berusaha menyembunyikan kesalahan pada sistem stabilitas MCAS-nya. Perusahaan tersebut gagal memberi tahu atau melatih maskapai penerbangan tentang sistem tersebut, yang berkontribusi pada dua kecelakaan pada tahun 2018 dan 2019 yang menewaskan hampir 350 orang.

Raksasa kedirgantaraan tersebut telah setuju untuk membayar denda sebesar USD243,6 juta dan menginvestasikan tambahan USD455 juta dalam program keselamatan dan kepatuhan selama tiga tahun ke depan. Selain itu, perusahaan akan menjalani masa percobaan selama tiga tahun di bawah badan pemantau yang ditunjuk oleh pemerintah AS.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!