Taipan Rusia: Sanksi Barat Jadi Bumerang
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 20:30 WIB
Sanksi Barat kepada Rusia menjadi bumerang. Foto/AP
MOSKOW - Sanksi Barat terhadap Rusia telah menghasilkan hasil yang bertolak belakang dengan tujuan yang dinyatakan. Demikian diungkapkan taipan logam Rusia Alisher Usmanov.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Corriere Della Sera, miliarder Rusia tersebut berpendapat bahwa rezim sanksi sejauh ini telah lebih banyak merugikan negara-negara Uni Eropa daripada Rusia.
“Mereka ingin merugikan ekonomi Rusia, dan di sini ekonominya tumbuh. Mereka ingin menghukum elit bisnis, dan Rusia membawa uang itu kembali ke rumah. Ekonomi Rusia beradaptasi dengan sanksi, sementara pasar tetangga menderita. Eropa menolak sumber daya energi Rusia dan dipaksa untuk membelinya dengan harga yang jauh lebih tinggi,” kata Usmanov, dilansir RT.
Ekonomi Rusia tumbuh 3,6% pada tahun 2023 meskipun ada sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh UE, AS, dan sekutunya sejak dimulainya operasi khusus di Ukraina pada tahun 2022. Kekuatan ekonomi UE, Jerman, mengalami resesi tahun lalu, sementara ekonomi besar blok tersebut, Prancis dan Italia, membukukan pertumbuhan di bawah 1%.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Corriere Della Sera, miliarder Rusia tersebut berpendapat bahwa rezim sanksi sejauh ini telah lebih banyak merugikan negara-negara Uni Eropa daripada Rusia.
“Mereka ingin merugikan ekonomi Rusia, dan di sini ekonominya tumbuh. Mereka ingin menghukum elit bisnis, dan Rusia membawa uang itu kembali ke rumah. Ekonomi Rusia beradaptasi dengan sanksi, sementara pasar tetangga menderita. Eropa menolak sumber daya energi Rusia dan dipaksa untuk membelinya dengan harga yang jauh lebih tinggi,” kata Usmanov, dilansir RT.
Ekonomi Rusia tumbuh 3,6% pada tahun 2023 meskipun ada sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh UE, AS, dan sekutunya sejak dimulainya operasi khusus di Ukraina pada tahun 2022. Kekuatan ekonomi UE, Jerman, mengalami resesi tahun lalu, sementara ekonomi besar blok tersebut, Prancis dan Italia, membukukan pertumbuhan di bawah 1%.
Lihat Juga :