Pangeran Mohammed Bin Salman Klaim Saudi Sukses Atasi Ketergantungan terhadap Industri Minyak

Minggu, 18 Agustus 2024 - 17:15 WIB
Kabarnya, hal itu terjadi di bawah arahan dari Kementerian Energi Arab Saudi, yang dapat memangkas belanja modal di sektor minyak kerajaan tersebut sebesar $40 miliar antara tahun 2024 dan 2028.

Rencana tersebut muncul pada saat Riyadh semakin gencar mengambil langkah untuk memperluas diversifikasi ekonominya, mengembangkan ekonominya lebih jauh dari minyak di tengah prediksi lama bahwa sumber daya tersebut akan segera habis dalam beberapa dekade mendatang.

Selain itu, Saudi juga mampu meningkatkan metode produksi energi yang tidak terlalu bergantung pada hasil karbon. "Kontributor utama untuk tujuan tersebut, seperti yang dicatat AlAzmeh, adalah melalui gas alam, demikian laporan tersebut.

Namun, Saudi tersebut mungkin menghadapi serangkaian tantangan dalam pendanaan 'siklus belanja modal super' itu, dengan laporan yang mengutip analis yang memperkirakan bahwa negara Teluk itu akan memiliki kesenjangan pendanaan sekitar USD25 miliar per tahun. "Arab Saudi harus memanfaatkan sumber pembiayaan alternatif", kata laporan itu, dilansir Middle East Monitor.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!