Negara Uni Eropa Bisa Bayar Warganya Sendiri untuk Pergi
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 00:01 WIB
Pada saat yang sama, lembaga tersebut menolak proposal untuk menaikkan jumlah tersebut, karena kekhawatiran hal itu dapat mengirimkan "sinyal yang salah" kepada para migran bahwa mereka "tidak diterima" di Swedia.
“Usulan investigasi tersebut sekarang akan dianalisis di Kementerian Kehakiman,” tulis Menteri Migrasi Maria Malmer Stenergard di X.
Dia mengakui program saat ini tidak efektif, dengan sangat sedikit orang yang mengetahui dukungan yang tersedia.
Populasi kelahiran luar negeri Swedia telah berlipat ganda dalam dua dekade terakhir dan, pada tahun 2023, berjumlah lebih dari 2,15 juta, yang merupakan lebih dari seperlima dari total populasi negara tersebut.
Namun, setelah menerima jumlah imigran yang memecahkan rekor pada tahun 2015, Stockholm memberlakukan pembatasan yang menjadikan kebijakan imigrasi negara tersebut salah satu yang terketat di Eropa.
Akibatnya, tahun lalu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima dekade, lebih banyak orang meninggalkan Swedia daripada yang datang, menurut Stenergard.
“Usulan investigasi tersebut sekarang akan dianalisis di Kementerian Kehakiman,” tulis Menteri Migrasi Maria Malmer Stenergard di X.
Dia mengakui program saat ini tidak efektif, dengan sangat sedikit orang yang mengetahui dukungan yang tersedia.
Populasi kelahiran luar negeri Swedia telah berlipat ganda dalam dua dekade terakhir dan, pada tahun 2023, berjumlah lebih dari 2,15 juta, yang merupakan lebih dari seperlima dari total populasi negara tersebut.
Namun, setelah menerima jumlah imigran yang memecahkan rekor pada tahun 2015, Stockholm memberlakukan pembatasan yang menjadikan kebijakan imigrasi negara tersebut salah satu yang terketat di Eropa.
Akibatnya, tahun lalu, untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima dekade, lebih banyak orang meninggalkan Swedia daripada yang datang, menurut Stenergard.
Lihat Juga :